This Author published in this journals
All Journal SOSHUM
Angelica Wulan Adinda
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN HOTEL DI KOTA SURABAYA Angelica Wulan Adinda; Eko April Ariyanto; Amanda Pasca Rini
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/1zn4z354

Abstract

Keberhasilan industri perhotelan sangat bergantung pada kualitas pelayanan sehingga menuntut karyawan memberikan perilaku sukarela di luar deskripsi tugas formal atau Organizational Citizenship Behavior (OCB). Fenomena rendahnya OCB pada industri hospitality akibat tingginya tekanan kerja berisiko memicu beban kerja yang berat hingga meningkatkan angka turnover. Berlandaskan Social Exchange Theory, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara Perceived Organizational Support (POS) dan Budaya Organisasi dengan OCB pada karyawan hotel di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan kuesioner dan teknik accidental sampling. Diperoleh sampel akhir sebanyak 256 karyawan aktif hotel berbintang di Kota Surabaya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui program SPSS 23. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, POS dan Budaya Organisasi memiliki hubungan yang signifikan dengan OCB karyawan hotel. Namun, secara parsial, baik POS maupun Budaya Organisasi menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan OCB. Temuan parsial ini mengindikasikan bahwa dukungan organisasi cenderung dipersepsikan karyawan sebatas pemenuhan kontrak kerja transaksional. Di sisi lain, ketatnya standarisasi aturan pada operasional hotel membatasi ruang gerak karyawan untuk berinisiatif secara sukarela. OCB merupakan perilaku kompleks yang tidak dapat digerakkan oleh faktor tunggal, melainkan membutuhkan sinergi holistik di mana dukungan organisasi dan lingkungan kerja yang kondusif diintegrasikan bersama sebagai satu kesatuan sistem.