This Author published in this journals
All Journal SOSHUM
Paramita Dwi Larasati
Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA WORK LIFE BALANCE DAN TURNOVER INTENTION: PERAN WORK ENGAGEMENT SEBAGAI MEDIATOR PADA KARYAWAN DI SURABAYA Paramita Dwi Larasati; Etik darul Muslikah; Eben Ezer Nainggolan
Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM) Vol. 3 No. 2 (2026): Social Studies and Humanities Journal (SOSHUM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/grha8q66

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara work life balance dan turnover intention serta menganalisis peran mediasi work engagement pada karyawan aktif di sektor swasta di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sebanyak 400 karyawan aktif yang telah bekerja minimal enam bulan berpartisipasi dalam penelitian ini dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Skala Work Life Balance, Skala Work Engagement, dan Skala Turnover Intention, kemudian dianalisis menggunakan PROCESS Macro Hayes Model 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention (B = -0,1784; p < 0,001), serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement (B = 0,8444; p < 0,001). Selanjutnya, work engagement berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention (B = -0,2124; p < 0,001). Analisis mediasi menunjukkan adanya pengaruh tidak langsung yang signifikan (indirect effect = -0,1794; 95% bootstrap confidence interval [-0,2079; -0,1479]), sehingga work engagement terbukti memediasi secara penuh hubungan antara work life balance dan turnover intention. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan work life balance dapat memperkuat work engagement, yang pada akhirnya menurunkan kecenderungan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Hasil penelitian memberikan implikasi praktis bahwa organisasi perlu mengembangkan kebijakan yang mendukung keseimbangan kehidupan kerja dan kehidupan pribadi guna meningkatkan keterikatan kerja serta mempertahankan karyawan.