Industri manufaktur pangan harus meningkatkan efisiensi dalam proses produksi untuk bisa mengikuti persaingan pasar yang semakin ketat. Satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengenali dan mengurangi aktivitas yang tidak memberi manfaat tambahan (non-value added activity) dengan menerapkan pendekatan Lean Manufacturing. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sumber-sumber pemborosan yang terjadi dalam proses produksi non-dairy creamer dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM), serta memberikan saran-saran perbaikan agar proses produksi menjadi lebih efisien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana peneliti mengamati langsung seluruh proses produksi, mulai dari menerima bahan baku sampai produk selesai diproduksi. Data yang didapat dianalisis dengan cara current state mapping untuk mengetahui alur bahan dan informasi, lalu dilakukan pengecekan terhadap aktivitas yang memberi nilai tambah (VA) dan yang tidak memberi nilai tambah (NVA). Penelitian menunjukkan bahwa total waktu produksi adalah 734 menit, di mana waktu nilai tambah (VA) mencapai 229 menit (31,2%) dan waktu non-nilai tambah (NVA) sebesar 505 menit (68,8%).Dari hasil tersebut, diperoleh efisiensi siklus proses (PCE) sebesar 31,2%. Pemborosan terbesar terjadi dari kegiatan menyimpan bahan baku sebelum proses campuran dan menyimpan produk selesai sebelum dikirim, yang didominasi oleh pemborosan gudang dan pemborosan menunggu. Usulan perbaikan mencakup evaluasi ulang jadwal pengadaan bahan baku dan pengiriman produk, penerapan sistem pull berbasis kanban, peningkatan waktu kerja mesin dengan cara melakukan perawatan preventif, serta pengurangan durasi perubahan alat menggunakan metode Single Minute Exchange of Dies (SMED). Penerapan usulan tersebut diharapkan bisa membuat proses produksi lebih efisien dan mengurangi pemborosan di lingkungan produksi non-dairy creamer.