Lailatul Afifah
Universitas PGRI Ronggolawe

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Abreviasi pada Bahasa Slang Influencer Tik Tok dari Kalangan Gen Z Wiwin Ria Safitri; Yunita Suryani; Lailatul Afifah
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13505

Abstract

Penelitian abreviasi pada bahasa slang influencer Tik Tok dari kalangan Gen Z tentunya membahas tentang penggunaan abreviasi pada bahasa slang yang digunakan oleh influencer Tik Tok dari kalangan Gen Z. Adapun permasalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana abreviasi bahasa slang menjadi alat komunikasi yang efektif sekaligus membentuk identitas kelompok di media sosial. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk abreviasi pada bahasa slang yang digunakan oleh influencer Tik Tok dari kalangan Gen Z pada akun @fujiiian, @alwifahry, @hesfinatia, @iniganta, dan @emilmario69. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tangkapan layar (screenshoot) dan keterangan (caption) dari video konten Tik Tok dalam periode tertentu. Selain itu, teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola penggunaan abreviasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 52 bentuk abreviasi yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu akronim, singkatan, dan penggalan. Akronim menjadi kategori yang paling dominan dengan 29 data, diikuti singkatan sebanyak 19 data, dan penggalan sebanyak 4 data. Temuan ini menunjukkan bahwa abreviasi tidak hanya mempercepat komunikasi tetapi juga menjadi ekspresi identitas generasi Z. Penelitian ini berkontribusi pada kajian linguistik modern dengan menyoroti peran bahasa slang dalam membentuk pola komunikasi di era digital yang dinamis.   
Bentuk Penggunaan Bahasa Sarkasme dalam Gameplay Mobile Legends dan Potensi Dampaknya terhadap Psikologi Remaja Ridha Fazia Azzahra Ridha Fazia Azzahra; Yunita Suryani; Lailatul Afifah
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk sarkasme yang muncul dalam interaksi antarpemain selama gameplay Mobile Legends serta mengkaji potensi dampak psikologis yang ditimbulkan pada remaja. Penelitian ini menggunakan teori ketidaksantunan berbahasa Culpeper yang memandang ketidaksantunan sebagai perilaku komunikasi yang bertujuan menyerang muka (face) mitra tutur atau menyebabkan mitra tutur merasa terserang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada fenomena penggunaan sarkasme dalam gameplay Mobile Legends dan implikasinya terhadap psikologi remaja. Data penelitian berupa tuturan sarkastis yang diperoleh dari interaksi antarpemain dalam permainan Mobile Legends. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 38 data sarkasme yang terdiri atas sarkasme yang merendahkan kemampuan bermain (skill) sebanyak 23 data, sarkasme yang merendahkan secara seksual sebanyak 6 data, sarkasme yang merendahkan secara fisik sebanyak 6 data, serta sarkasme dalam bentuk lainnya sebanyak 3 data. Berdasarkan teori Culpeper, tuturan tersebut menunjukkan adanya tindakan ketidaksantunan yang dilakukan secara sengaja untuk merendahkan atau menyerang mitra tutur sehingga melanggar norma kesantunan berbahasa. Selain itu, penggunaan sarkasme secara berulang berpotensi memberikan dampak psikologis pada remaja, seperti penurunan kepercayaan diri, munculnya stres dan kecemasan, perilaku agresif, terganggunya hubungan sosial, serta meningkatnya kerentanan terhadap masalah psikologis tertentu. Kata Kunci: sarkasme; Mobile Legends; ketidaksantunan berbahasa; psikologi remaja.