This Author published in this journals
All Journal Anterior Jurnal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komodifikasi “Citra” Calon Gubernur Kalimantan Tengah Di Instagram Menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2024: Commodification of the "Image" of Central Kalimantan Governor Candidates on Instagram Ahead of the 2024 Regional Head Election Aldi Firdaus; Harmonis Harmonis; Nani Nurani Muksin; Tria Patrianti
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 2 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/anterior.v25i2.12270

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui citra calon gubernur Kalimantan Tengah 2024 di instagram, menganalisis komodifikasi citra dan faktor dinamika komodifikasi citra calon kandidat di instagram. Penelitian menggunakan teori Ekonomi Politik Komunikasi Vincent Mosco dengan gagasan Komodifikasi Isi menganalisis postingan kandidat di instagram. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif memanfaatkan teknik analisis isi (Content Analysis) melalui pengumpulan data dokumentasi, observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan : Pertama, unggahan keempat calon gubernur memiliki komponen citra dalam postingannya meliputi persepsi, konseptual, dan sikap dengan aspek kesadaran, tindakan, penerimaan, dan sikap. Dalam unggahan Instagram pada kandidat menampilkan citra melalui perkenalan diri, program kerja serta keakraban dengan tokoh masyarakat, keakraban masyarakat, serta kolaborasi dengan influencer; Kedua, terdapat komodifikasi citra dari setiap konten calon gubernur yaitu adanya postingan yang memberikan pemahaman kepada pengguna instagram, adanya reaksi atau komentar dari pengguna instagram lainnya seperti Willy mendapat reaksi 342 like, Nadalsyah mendapat 417 like, Agustiar mendapat 4.828 like, Razak mendapat 544 like; Ketiga, terdapat berbagai dinamika pada setiap kandidat, untuk mengoptimalkan Instagram sebagai wadah komodifikasi disesuaikan berdasarkan kekuatan dan tantangan yang dimiliki, bertujuan untuk penyebaran konten, pencitraan, interaksi audiens, dan efisiensi biaya kampanye