Zahra Aliefa Ramadhanty
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Disfungsi Komunikasi Ayah-Anak Pada Kompetensi Sosial Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNTIRTA Zahra Aliefa Ramadhanty; Stevany Afrizal
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.116246

Abstract

Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis disfungsi komunikasi ayah-anak dan kaitannya dengan kompetensi sosial mahasiswa Pendidikan Sosiologi UNTIRTA, melalui perspektif Teori Interaksionisme Simbolik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 4 informan kunci yang dipilih secara purposive dengan kriteria memiliki hambatan komunikasi dengan ayah. Ditemukan empat pola disfungsi: Dingin/Kaku, Otoriter/Dominasi, Minim Dukungan Emosional, dan Trauma Kehilangan Peran. Analisis Teori Interaksionisme Simbolik menyimpulkan adanya Pola Pembentukan Dualistik Kompetensi Sosial yang kompleks. Pola ini mencakup Jalur Maladaptif (Hambatan), yang menunjukan bahwa pola otoriter menciptakan 'Me' yang rentan, termanifestasi sebagai Rendah Percaya Diri dan Ragu Mengungkapkan Pendapat di kampus; serta Jalur Adaptasi Proaktif (Kompensasi), hal ini menunjukan ketiadaan dukungan emosional memicu mahasiswa untuk melakukan kompensasi simbolik mandiri, yang terwujud dalam Empati Tinggi dan Inisiatif Membantu (Prososial). Teori Interaksionisme Simbolik menjelaskan bahwa disfungsi komunikasi primer tidak hanya menghambat, tetapi juga mendorong mekanisme survival diri yang kompleks pada interaksi sosial mahasiswa. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun disfungsi komunikasi ayah menyebabkan kerentanan psikologis, lingkungan kampus berfungsi sebagai tempat negosiasi simbolik yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan sosial alternatif. Maka dari itu, sangat penting bagi institusi pendidikan untuk memiliki peran yang aktif dalam memberikan dukungan sosial kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga yang disfungsional, guna menjamin keberhasilan adaptasi mereka.