Nurhamidar Rahman
Program Studi Magister Biologi, Sekolah Pascasarjana, Universitas Nasional

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Daya Hidup dan Pertumbuhan Kultur In Vitro Ubi Kayu (Manihot esculanta) Genotip Ubi Kuning Hasil Radiasi pada Media MS Tanpa Zat Pengatur Tumbuh Nurhamidar Rahman
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 20, No 1 (2023): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi Kayu kuning juga dikenal   dikenal sebagai ubi kayu manis atau sweet cassava (Manihot esculanta), adalah genotip ubi kayu yang memiliki warna umbi yang khas, yaitu kuning. Ubi kayu kuning juga memilki nilai ekonomi yang penting. Selain digunakan sebagai sumber pangan, umbi ubi kayu kuning juga digunakan dalam industri makanan untuk menghasilkan tepung ubi kayu yang dapat digunakan dalam pembuatan roti, dan kue. Selain itu ubi kayu kuning juga dapat digunakan dalam industri olahan, seperti bioetanol dan bahan baku industri kimia. Pembudidayaan ubi kayu melalui teknik in vitro memberikan peluang untuk melakukan perbanyakan secara massal. Perbanyakan secara in vitro yang akan dipadukan dengan teknik lain seperti radiasi akan bermanfaat untuk menunjang kegiatan penelitian perbaikan tanaman. Keragaman genetik pada tanaman dapat ditingkatkan dengan mutasi menggunakan radiasi sinar gamma dari Cobalt 60 (Co60). Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pertumbuhan ubi kuning hasil radiasi dengan dua dosis radiasi (5 gray dan 30 gray).Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap sederhana (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu sinar gamma dari Cobalt-60 (Co60). Dosis radiasi yang digunakan adalah 0, 5, dan 30 Gray (Gy). Kemudian dilakukan sub kultur setelah penanaman selama 60 hari, tanaman yang masih hidup yaitu pada dosis 5 gray dan 30 gray. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan plantlet hasil radiasi sinar gamma dengan dosis 5 gray pertumbuhannya terhambat yang terlihat dari tinggi tanaman (2 - 2.3 cm) yang nilainya lebih rendah dibanding dengan kontrol (2.5 -.2.7 cm).  Pada dosis 30 gray beberapa tanaman pertumbuhannya terhambat, tetapi tidak terlalu jauh jika dibandingkan kontrol.  Pada dosis 30 gray beberapa tanaman pada beberapa kali periode sub kultur menggunakan media MS tanpa zat pengatur tumbuh. Sub kultur pada media MS dilakukan setelah tunas ubi kayu hasil radiasi radiasi berumur 60 hari dengan periode sub kultur setiap 2 minggu yang dilakukan sebanyak 2 kali. Jadi dapat disimpulkan bahwa Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah akar dari plantlet hasil radiasi sinar gamma dengan dosis 5  gray  pada media MS tanpa zat pengatur tumbuh  terlihat dari pertumbuhannya  terhambat,  tetapi tidak  terlalu  jauh  jika  dibandingkan  kontrol. Hasil  penelitian  yang  telah  diperoleh diharapkan  dapat  dimanfaatkan  untuk mendapatkan  kandidat  ubi  kayu  unggul  baik daya hasilnya maupun kandungan nutrisinya.