Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemilihan Supplier Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan TOPSIS Pada Pengadaan Belt Conveyor (Studi Kasus: PT X) Winarni; Dharma Widada; Dutho Suh Utomo
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 8 No. 1 (2026): Vol.8 No.1 (2026): Edisi April
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v8i1.1906

Abstract

Conveyor system merupakan infrastruktur penting yang menunjang proses produksi batu bara di PT X. Perusahaan sering kali mengeluarkan investasi besar untuk infrastruktur ini guna mempertimbangkan efektivitas sistem dalam menghasilkan produk batu bara. Belt conveyor, sebagai komponen kritis dari sistem ini, memiliki peran penting dalam mengurangi biaya produksi, menghemat waktu, dan meningkatkan laju produksi. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup masalah kualitas produk dari supplier yang menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan. Penelitian ini menerapkan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) sebagai pendekatan dalam menentukan supplier belt conveyor terbaik. AHP digunakan untuk mengidentifikasi dan memberi bobot pada empat kriteria utama yaitu cost (0,298), quality (0,522), delivery (0,045), dan service (0,135), dengan sepuluh sub-kriteria termasuk product, price, discount, product specification, quality consistency, success record, lead time, on-time delivery, flexibility in ordering, warranty, dan after sales. Hasil pengolahan data menunjukkan kriteria kualitas memiliki bobot tertinggi. TOPSIS digunakan untuk meranking enam supplier berdasarkan penilaian kinerja. Supplier yang dinilai adalah Supplier A, Supplier B, Supplier C, Supplier D, Supplier E, dan Supplier F. Hasil pengolahan data menunjukkan nilai preferensi supplier sebagai berikut: Supplier C (0,940), Supplier E (0,938), Supplier A (0,805), Supplier F (0,275), Supplier D (0,034), dan Supplier B (0,026). Supplier terbaik yang dapat dipertimbangkan oleh perusahaan secara berurutan adalah Supplier A, Supplier F, Supplier C, Supplier E, Supplier D, dan Supplier B.