Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Desain Food Pan Steel Menggunakan Software Solidworks 2022 Rizqon Nur Wahid Maulana; Hadi Wibowo
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the design of Food Pan Steel, focusing on predicting material failure under pressure from dies during the production process. Solidworks 2022 software was used as a simulation tool to evaluate deflection and potential material failure modes. The simulation results showed that the initial design, without modification, experienced a displacement of 6.782×10⁻¹ mm, while the design modified with the addition of threaded features showed a smaller displacement of 2.741×10⁻² mm. This significant difference indicates that the design with threads reduces material deformation and improves structural efficiency. In addition to mechanical aspects, the design with threads also offers advantages in terms of safety, cleanliness, and aesthetics. The rounded corners of the design minimize injury risks, facilitate cleaning, and enhance the visual appearance of the product, making it more hygienic and compliant with food industry standards. Overall, this analysis emphasizes that appropriate design engineering plays a crucial role in enhancing the quality, safety, and comfort of using Food Pan Steel in professional kitchen environments.   Keywords: Food Pan Steel, Solidworks, displacement, threading, hygienic design, deflection simulation, analysis   Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain Food Pan Steel dengan fokus pada prediksi kegagalan material saat mengalami tekanan dari dies selama proses produksi. Untuk itu, digunakan software Solidworks 2022 sebagai alat bantu simulasi guna mengevaluasi defleksi dan potensi mode kegagalan material. Hasil simulasi menunjukkan bahwa desain awal tanpa modifikasi mengalami displacement sebesar 6.782×10⁻¹ mm, sementara desain yang telah dimodifikasi dengan menambahkan fitur filetan menunjukkan displacement lebih kecil, yaitu 2.741×10⁻² mm. Perbedaan signifikan ini menunjukkan bahwa desain dengan filetan mampu mengurangi deformasi material dan meningkatkan efisiensi struktural. Selain aspek mekanis, desain dengan filetan juga memberikan keunggulan dari sisi keamanan, kebersihan, dan estetika. Sudut membulat pada desain meminimalkan risiko cedera, mempermudah pembersihan, serta meningkatkan tampilan visual produk, sehingga lebih higienis dan sesuai dengan standar industri makanan. Keseluruhan analisis ini menegaskan bahwa rekayasa desain yang tepat berperan penting dalam meningkatkan kualitas, keamanan, dan kenyamanan penggunaan Food Pan Steel dalam lingkungan dapur profesional.   Kata Kunci: Food Pan Steel, Solidworks, displacement, filetan, desain higienis, simulasi defleksi, analisis  
Paint Defects Pada Pintu Pengelak Proyek Bendungan Tiga Dihaji Di PT. Barata Indonesia (Presero) Divisi  Sumber Daya Air Gleni Anita Rani; Hadi Wibowo
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Barata Indonesia (Persero) is a state-owned enterprise in the manufacturing and industrial engineering sector, one of which produces sluice gates for water control systems in dams. An important stage in the production process is coating, which serves to protect metals from corrosion. The quality of the coating significantly affects the durability and occurrence of paint defects such as blistering, cracking, peeling, orange peel, sagging, and the overall product lifespan. However, defects like pinholes are often found in practice. These defects are generally caused by suboptimal surface preparation, application errors, unsuitable environmental conditions, and improper drying processes. During an internship at PT Barata Indonesia, Division of Water Resources, the author directly observed the coating process of sluice gates for the Tiga Dihaji Dam project. This study identifies the types of paint defects, analyzes their causes, and provides recommendations for improvement in coating and product durability for national infrastructure projects. Keywords: paint defects, coating process, painting defects.   Abstrak PT Barata Indonesia (Persero) merupakan BUMN yang bergerak di bidang manufaktur dan rekayasa industri, salah satunya memproduksi pintu pengelak (sluice gate) untuk sistem pengendalian air pada bendungan. Salah satu tahap penting dalam produksi adalah proses pengecatan (coating) yang berfungs melindungi logam dari korosi. Kualitas pengecatan sangat memengaruhi daya tahan pengecatan (paint defects) seperti blistering, cracking, peeling, orange peel, sagging, dan umur pakai produk. Namun, pada praktiknya sering ditemukan cacat dan pinhole Cacat ini umumoya disebabkan oleh persiapan permukaan yang kurang optimal, kesalahan aplikasi, kondisi lingkungan yang tidak sesuai, serta proses pengeringan yang tidak tepat. Melalui kegiatan magang di PT Barata Indonesia Divisi SDA, penulis mengamati langsung proses pengecatan pintu pengelak untuk proyek Bendungan Tiga Dihaji. Penelitian ini mengidentifikası jenis cacat pengecatan, menganalisis penyebabnya, serta memberikan rekomendasi perbaikan. pengecatan dan ketahanan produk pada proyek-provek infrastruktur nasional. Kata Kunci: paint defects, proses pengecetan, cacat pengecetan.
Analisis Cacat Las Pada Nap Proyek Karangnongko Di PT. Barata Indonesia (Persero) Divisi Sumber Daya Air Wisnu Hartono; Hadi Wibowo
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 1 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This report discusses the analysis of porosity welding defects in the NAP product (Tool/Product Name) at PT. Barata Indonesia (Persero) Water Resources Division, which is a critical component in the shaft and bearing locking system. Porosity defects are a common problem in welding processes that can affect the quality and strength of welded joints. The study was conducted by identifying the main causes of porosity, such as inappropriate welding current, poor metal surface cleanliness, and moisture on the electrode. The NAP manufacturing process involves welding and turning using SS400 steel using the SMAW welding method. Remedial measures included cleaning the weld area, adjusting welding parameters, and re-welding. The analysis results indicate that by implementing proper welding procedures, product quality can be significantly improved. This report contributes to the understanding of welding practices in the industry and the importance of implementing appropriate work procedures to minimize production defects.   Keywords: porosity, welding, NAP, weld defects, SMAW, PT. Barata Indonesia.   Abstrak   Laporan ini membahas analisis cacat las porositas pada produk NAP (Nama Alat/Produk) di PT. Barata Indonesia (Persero) Divisi Sumber Daya Air, yang merupakan salah satu komponen penting dalam sistem penguncian poros dan bantalan. Cacat porositas merupakan salah satu permasalahan umum dalam proses pengelasan yang dapat mempengaruhi kualitas dan kekuatan sambungan las. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi penyebab utama porositas, seperti arus pengelasan yang tidak sesuai, kebersihan permukaan logam yang kurang, dan kelembaban pada elektroda. Proses pembuatan NAP melibatkan pengelasan dan pembubutan menggunakan material baja SS400 dengan metode las SMAW. Dalam upaya perbaikan, dilakukan tindakan seperti pembersihan area las, penyesuaian parameter pengelasan, dan pengelasan ulang. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan penerapan prosedur pengelasan yang tepat, kualitas produk dapat ditingkatkan secara signifikan. Laporan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman praktik pengelasan di industri dan pentingnya penerapan prosedur kerja yang sesuai guna meminimalkan cacat produksi.   Kata Kunci: porositas, pengelasan, NAP, cacat las, SMAW, PT. Barata Indonesia.