Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kampanye Psikoedukasi Berbasis Instagram Untuk Meningkatkan Literasi Social Anxiety Disorder Remaja Jennifer Agnessia; Nayla Aisyah Putri Wicaksono; Anindya Awaha Wardani; Novita Catur Hartini; Pramesti Pradna Paramita; Dewi Retno Suminar
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/cf092287

Abstract

Social Anxiety Disorder (SAD) is among the most prevalent mental health conditions affecting adolescents and young adults globally, yet it remains persistently ignored due to its frequent misindentification as ordinary shyness and the pervasisve stigma that discourages help-seeking behaviour. This study describes and evaluates an Instagram-based psychoeducational campaign “ANXIEASE” designed to promote mental health literacy regarding SAD among adolescents and university students aged 13-22 years across four Instagram accounts. The campaign disseminated seven structured educational content series over a consecutive period, encompassing topics including the clinical definition of SAD, differential diagnosis from shyness, psychosocial consequences, mental health stigma, emotion regulation techniques (diaphragmatic breathing, box breathing, 5-4-3-2-1 grounding, cognitive reappraisal, progressive muscle relaxation), and indicators for professional help-seeking. A quantitative evaluation design was employed utilizing pre-test assessment (n = 29-42 per account), scenario-based comprehension quizzes (POV Quiz covering three ecological contexts: academic presentation, cafeteria, and social gathering), and a post-test measuring knowledge acquisition across four dimensions. Results indicated consistent post-test accuracy improvements across all accounts, with correct response rates of 78%-100% on SAD definition, 85%-100% on harm of coercive social exposure without appropriate support, and 85%-100% on emotion regulation techniques. Additionally, 75%-85% of participants subjectively reported enhanced understanding of SAD following program participation. Engagement data demonstrated a novelty effect pattern, with highest interactions recorded in initial content (92-99 likes) and gradual decline thereafter. These findings confirm that Instagram-based psychoeducational interventions constitute an accessible, scalable, and effective secondary mental health literacy model for adolescent populations. Keywords: Social Anxiety Disorder; Psychoeducation; Instagram; Adolescents; Mental Health Literacy.   Abstrak  Social Anxiety Disorder (SAD) merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang paling umum ditemui pada remaja dan dewasa muda secara global, namun secara konsisten terabaikan akibat kesalahan identifikasi sebagai sifat pemalu biasa serta stigma yang menghambat perilaku pencarian bantuan. Penelitian ini mendeskripsikan dan mengevaluasi kampanye psikoedukasi berbasis Instagram “ANXIEASE” yang dirancang untuk mempromosikan literasi kesehatan mental terkait SAD pada kelompok remaja dan mahasiswa berusia 113-22 tahun melalui empat akun Instagram. Kampanye mendistribusikan tujuh seri konten edukasi terstruktur yang mencakup topik definisi klinis SAD, diagnosis diferensial dari rasa malu biasa, dampak psikososial, stigma kesehatan mental, teknik regulasi emosi (pernapasan diafragma, box breathing, grounding 5-4-3-2-1, reappraisal kognitif, relaksasi otot progresif), dan indikator pencarian bantuan profesional. Desain evaluasi kuantitatif diterapkan menggunakan penilaian pre-test (n = 29-42 per akun), kuis komprehensif berbasis skenario (Kuis POV tiga konteks ekologis: presentasi akademis, kantin, dan gathering sosial), serta post-test mengukur akuisisi pengetahuan pada empat dimensi. Hasil menunjukkan peningkatan akurasi post-test yang konsisten di seluruh akun, dengan tingkat respons benar sebesar 78%-100% pada dimensi definisi SAD, 85%-100% pada dampak pemaksaan sosial tanpa dukungan tepat, dan 85%-100% pada teknik regulasi emosi. Sebanyak 75%-85% peserta secara subjektif melaporkan pemahaman yang lebih baik mengenai SAD pascaprogram. Data engagement menunjukkan pola novelty effect dengan interaksi tertinggi pada konten awal (92-99 likes) dan penurunan bertahap setelahnya. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa intervensi psikoedukasi berbasis Instagram merupakan model literasi kesehatan mental sekunder yang terjangkau, terukur, dan efektif bagi populasi remaja. Kata kunci: Social Anxiety Disorder; Psikoedukasi; Instagram; Remaja; Literasi Kesehatan Mental.