Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemanfaatan Lahan Tidur melalui Skema Pinjam Pakai sebagai Ruang Terbuka Hijau Berbasis Kebutuhan Oksigen Kawasan(Studi Kasus: SWK Karees Kota Bandung) Dejan Muhammad Syafiq; Sadar Yuni Rahrjo
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/p2p1hk16

Abstract

Keterbatasan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan mendorong perlunya strategi penyediaan ruang yang mampu meningkatkan fungsi ekologis kawasan. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas pemanfaatan lahan tidur melalui skema pinjam pakai sebagai ruang terbuka hijau berbasis kebutuhan oksigen di SWK Karees, Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis kebutuhan oksigen, evaluasi kesesuaian lahan, estimasi potensi produksi oksigen, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian lahan tidur yang layak dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau dan mampu memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan oksigen kawasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi kebutuhan oksigen, kesesuaian lahan, dan skema pinjam pakai dapat menjadi dasar dalam menentukan prioritas penyediaan ruang terbuka hijau pada kawasan perkotaan. Kata kunci:  kebutuhan oksigen, lahan tidur, ruang terbuka hijau, pinjam pakai, SWK Karees. ABSTRACT The limited availability of urban green open space requires strategies that can improve the ecological function of urban areas. This study aims to determine the priority for utilizing idle land through a temporary land-use agreement (pinjam pakai) as green open space based on urban oxygen demand in SWK Karees, Bandung City. A quantitative approach was employed using oxygen demand analysis, land suitability evaluation, oxygen production estimation, and spatial analysis. The results indicate that only a portion of the identified idle land is suitable for green open space development and can contribute to meeting urban oxygen demand. The study demonstrates that integrating oxygen demand, land suitability, and temporary land-use agreements provides a practical basis for prioritizing green open space development in urban areas. Keywords: oxygen demand, idle land, green open space, temporary land-use agreement, SWK Karees.