Nuraeni Nuraeni
Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Pendidikan Mandalika, Mataram, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH BIMBINGAN SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN BERADAPTASI SISWA Nuraini Nuraini; Nuraeni Nuraeni; Ni Made Sulastri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9796

Abstract

ABSTRACT Students’ ability to adapt to the school environment is an important aspect that supports their social development and academic success. However, in practice, some students still experience difficulties in adjusting to the school environment and peer relationships, which negatively affects their social interaction and learning process.. This study aims to determine the effect of social guidance on the adaptability of Grade VIII students at SMPN 2 Batukliang, Central Lombok Regency. The study employed a one-group pre-test post-test experimental design. The population consisted of 54 students, while the sample was selected using purposive sampling, involving 8 students identified as having low adaptability. The data collection instrument was an adaptability questionnaire using a Likert scale (1–4), which was tested for validity using Product Moment correlation and reliability using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results of the analysis showed a calculated t-value of 9.23, while the t-table value at a 5% significance level with degrees of freedom (N−1) = 7 was 2.365. Since t-count (9.23) > t-table (2.365), the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Thus, there is a significant effect of social guidance on students’ adaptability. Social guidance services have been proven effective in improving students’ ability to adjust to the school environment and peer relationships. ABSTRAK Kemampuan beradaptasi siswa di lingkungan sekolah merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan sosial dan keberhasilan akademik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah maupun teman sebaya, sehingga berdampak pada interaksi sosial dan proses belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa kelas VIII SMPN 2 Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan desain eksperimen one group pre-test post-test design. Populasi berjumlah 54 siswa dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 8 siswa yang teridentifikasi memiliki kemampuan beradaptasi rendah. Instrumen pengumpulan data berupa angket kemampuan beradaptasi dengan skala Likert (1–4) yang telah diuji validitasnya menggunakan korelasi Product Moment dan reliabilitasnya menggunakan formula Alpha Cronbach. Data dianalisis menggunakan rumus t-test berpasangan. Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung sebesar 9,23, sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan derajat bebas (N−1) = 7 adalah 2,365. Karena t hitung (9,23) > t tabel (2,365), hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa. Layanan bimbingan sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan sekolah dan teman sebaya.
HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI DENGAN PENGELOLAAN DIRI SISWA M. Satriadi; Nuraeni Nuraeni; M. Najamuddin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9797

Abstract

ABSTRACT Emotional stability is an important aspect of adolescent development that influences an individual’s ability to self-regulate in both academic and social contexts. At the junior high school level, adolescents often experience emotional instability that may affect their self-management abilities, such as behavior control, decision-making, and adaptation to environmental demands. This condition highlights the importance of examining the relationship between emotional stability and students’ self-management. This study aims to determine the relationship between emotional stability and self-management among Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar in the 2020/2021 academic year. This study employed a quantitative approach with an ex post facto correlational design. The population consisted of all Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar (N = 100 students), while the sample comprised 50 students selected using proportional random sampling. The instrument used was a Likert-scale questionnaire developed based on the dimensions of emotional stability (Azwar, 2010) and self-management (Goleman in Rinanda, 2006). Validity was tested using Pearson Product Moment correlation, and reliability was measured using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation analysis. The results showed that r-count = 0.567 > r-table = 0.281 at a 5% significance level with df = 49. The null hypothesis was rejected, indicating a positive and significant relationship between emotional stability and students’ self-management. It can be concluded that the higher the students’ emotional stability, the better their self-management ability. ABSTRAK Kestabilan emosi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja yang berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam mengelola diri, baik dalam aspek akademik maupun sosial. Pada usia sekolah menengah pertama, remaja sering mengalami ketidakstabilan emosi yang dapat berdampak pada kurang optimalnya pengelolaan diri, seperti pengendalian perilaku, pengambilan keputusan, dan penyesuaian terhadap tuntutan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kajian mengenai hubungan antara kestabilan emosi dan pengelolaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar (N = 100 siswa) dan sampel berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa angket skala Likert yang dikembangkan berdasarkan aspek kestabilan emosi (Azwar, 2010) dan aspek pengelolaan diri (Goleman dalam Rinanda, 2006). Validitas diuji dengan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan rxy hitung = 0,567 > rtabel = 0,281 pada taraf signifikansi 5% dengan df = 49. Hipotesis nol ditolak sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa. Semakin tinggi kestabilan emosi siswa, semakin baik kemampuan pengelolaan dirinya.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA Diah Kaswari; Nuraeni Nuraeni; Aluh Hartati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i4.9912

Abstract

ABSTRACT Interpersonal communication skills are essential for students, particularly in supporting social interaction and work readiness in the hospitality field. However, preliminary observations indicated that the interpersonal communication skills of eleventh-grade students in the Hospitality Accommodation Department at SMKN 4 Mataram were relatively low, especially in the aspects of empathy, openness, and interpersonal relationships. Therefore, this study aimed to examine the effect of group counseling on students’ interpersonal communication skills. This study employed a quantitative approach with a one group pre-test post-test design. The sample consisted of 8 students selected through purposive sampling based on low interpersonal communication scores. The research instrument was a Likert-scale questionnaire developed based on five dimensions of interpersonal communication proposed by De Vito: openness, empathy, supportiveness, positiveness, and equality. The instrument testing showed that out of 35 items, 30 were valid with a Cronbach’s Alpha reliability coefficient of 0.83 (high category). The treatment was conducted through six sessions of group counseling using role-playing and group discussion techniques. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed that the calculated value (5.401) was higher than the table value (2.365) at a 5% significance level with 7 degrees of freedom. Thus, the null hypothesis was rejected, indicating that group counseling had a significant effect on students’ interpersonal communication skills. The greatest improvement was found in the dimensions of empathy and openness. ABSTRAK Kemampuan komunikasi interpersonal merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki siswa, terutama dalam mendukung interaksi sosial dan kesiapan kerja di bidang perhotelan. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas XI Jurusan Akomodasi Perhotelan di SMKN 4 Mataram masih tergolong rendah, khususnya pada aspek empati, keterbukaan, dan hubungan antarpribadi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test post-test design. Sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan skor komunikasi interpersonal yang rendah. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang dikembangkan berdasarkan lima dimensi komunikasi interpersonal menurut De Vito, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa dari 35 butir pernyataan, sebanyak 30 butir dinyatakan valid dengan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebesar 0,83 yang termasuk kategori tinggi. Perlakuan diberikan melalui layanan konseling kelompok sebanyak enam sesi dengan teknik role playing dan diskusi kelompok. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai lebih besar dari pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (db) = 7. Dengan demikian, hipotesis nol ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan konseling kelompok terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Peningkatan terbesar terjadi pada dimensi empati dan keterbukaan.
HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI KELUARGA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA Baiq Nana Apriani; Nuraeni Nuraeni; M. Chairul Anam
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v4i4.9943

Abstract

ABSTRACT Family socioeconomic status is an external factor that can influence students’ learning outcomes, particularly in terms of access to learning facilities and educational support. This study aims to determine the relationship between family socioeconomic status and students’ learning outcomes at SMPN 1 Praya Barat Daya in the 2020/2021 academic year. This study employed a quantitative approach with an ex post facto correlational design. The population consisted of 107 students in grades VIII and IX, all of whom were selected as the sample using a population study technique. Data on family socioeconomic status were collected using a Likert-scale questionnaire based on indicators of income, parents’ educational level, and ownership of learning facilities, while data on learning outcomes were obtained from students’ report card scores. Data were analyzed using the Pearson Product Moment correlation. The results showed that the calculated was greater than the table value at a 5% significance level. This indicates a positive and significant relationship between family socioeconomic status and students’ learning outcomes, with a strong correlation level. The coefficient of determination of 51.7% indicates the contribution of family socioeconomic status to students’ learning outcomes. ABSTRAK Kondisi sosial ekonomi keluarga merupakan faktor eksternal yang dapat memengaruhi hasil belajar siswa, terutama dalam hal ketersediaan fasilitas dan dukungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat ekonomi keluarga dengan hasil belajar siswa di SMPN 1 Praya Barat Daya Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Populasi penelitian berjumlah 107 siswa kelas VIII dan IX, yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik studi populasi. Data tingkat ekonomi keluarga dikumpulkan menggunakan angket skala Likert berdasarkan indikator pendapatan, pendidikan orang tua, dan fasilitas belajar, sedangkan data hasil belajar diperoleh dari nilai rapor. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai lebih besar dari pada taraf signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara tingkat ekonomi keluarga dengan hasil belajar siswa dengan kekuatan korelasi kategori kuat. Koefisien determinasi sebesar 51,7% menunjukkan kontribusi tingkat ekonomi keluarga terhadap hasil belajar siswa.