Mimpin Sembiring
Stp Santo Bonaventura Delitua Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENANGGULANGAN KECEMASAN AKADEMIK SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK Mimpin Sembiring; Parlaungan Simamora; Vinsensius M. Junior Situmorang
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i2.9818

Abstract

This study aims to examine the forms of academic anxiety experienced by students and the role of Catholic Religious Education in overcoming such anxiety at SMA Negeri SMAK Samosir. This research employed a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation. Informants included the Catholic Religious Education teacher and ten purposively selected students. The findings indicate that students’ academic anxiety manifests in three main aspects: affective, physiological, and cognitive. The affective aspect is dominated by a lack of self-confidence; the physiological aspect is marked by rapid heartbeat; and the cognitive aspect is characterized by negative thoughts. Catholic Religious Education plays a significant role in alleviating academic anxiety through the topic of "Conscience," which fosters moral awareness, and the topic of "I Am a Unique Person," which encourages self-acceptance. The study concludes that Catholic Religious Education contributes meaningfully to shaping student character, enabling them to face academic pressure with greater self-awareness, confidence, and emotional resilience. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kecemasan akademik siswa serta peran pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dalam menanggulangi kecemasan tersebut di SMA Negeri SMAK Samosir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari guru Pendidikan Agama Katolik dan sepuluh orang siswa yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan akademik siswa muncul dalam tiga aspek, yaitu afektif, fisiologis, dan kognitif. Pada aspek afektif, gejala yang paling dominan adalah rasa tidak percaya diri; pada aspek fisiologis ditandai dengan detak jantung yang cepat; dan pada aspek kognitif muncul dalam bentuk pikiran negatif. Pembelajaran Pendidikan Agama Katolik memainkan peran signifikan dalam menanggulangi kecemasan akademik melalui materi “Suara Hati” yang menumbuhkan kesadaran moral serta materi “Aku Pribadi yang Unik” yang mendorong penerimaan diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Pendidikan Agama Katolik berkontribusi nyata dalam membentuk karakter siswa yang mampu menghadapi tekanan akademik dengan lebih reflektif, percaya diri, dan tangguh secara emosional.