Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Merokok Dengan Derajat Keparahan Psoriasis Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Made Windu Gitasaloka; Arif Effendi; Ringgo Alfarisi; Chyntia Giska Aryunisri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21239

Abstract

Psoriasis merupakan penyakit autoimun kronis yang ditandai oleh inflamasi dan skuama pada kulit. Merokok merupakan faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan diketahui dapat memperburuk derajat keparahan psoriasis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan derajat keparahan psoriasis pada pasien yang menjalani pengobatan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Lampung.Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 32 pasien psoriasis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perilaku merokok dinilai menggunakan kuesioner, sedangkan derajat keparahan psoriasis diukur menggunakan Psoriasis Area Severity Index (PASI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Somers’ D.Sebanyak 50% responden merupakan non-perokok, dan derajat psoriasis berat merupakan kategori yang paling banyak ditemukan (31,3%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan derajat keparahan psoriasis (p = 0,008).Kesimpulan: Perilaku merokok berhubungan secara signifikan dengan peningkatan derajat keparahan psoriasis, sehingga upaya penghentian merokok penting dalam penatalaksanaan pasien psoriasis.
Association between frequency of powdered detergent use and irritant contact dermatitis among laundry workers Eva Nadia Risdiyanti; Resati Nando Panonsih; Arti Febriyani Hutasuhut; Arif Effendi
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 6 No. 3 (2026): July Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v6i3.3774

Abstract

Background: Irritant contact dermatitis (ICD) is a non-allergic inflammatory skin reaction caused by direct exposure to irritants. Laundry workers are vulnerable because repeated wet work and detergent contact can disrupt the skin barrier. Purpose: To examine the association between powdered detergent use frequency and ICD among laundry workers. Method: This cross-sectional analytic study included all 60 laundry workers in the study population in Tulang Bawang Barat Regency, Lampung Province, in January 2026. Data were collected using a questionnaire, clinical history taking, and physical skin examination. Categorical data were summarized as frequencies and percentages, and the chi-square test assessed the association between powdered detergent use frequency and ICD. Results: High-frequency powdered detergent use was reported by 26 workers (43.3%), while 17 (28.3%) reported moderate use and 17 (28.3%) reported low use. ICD was identified in 42 workers (70.0%). Powdered detergent use frequency was significantly associated with ICD (p = 0.004). Conclusion: Powdered detergent use frequency was associated with ICD among laundry workers. Because the study was cross-sectional, the finding should be interpreted as an association rather than evidence of causation.