Lusiani Tjandra
Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Usia Dan Konsumsi Buah Dengan Prevalensi Osteoporosis Di Kelurahan Pejagan Dan Pangeranan Kecamatan Bangkalan Vanessa Brighita Palangan; Rafi Asmoroqondi Yuwono; Lusiani Tjandra; Novina Aryanti; Sri Lestari Utami
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24029

Abstract

Osteoporosis merupakan penyakit tulang yang umum terjadi pada lanjut usia dan ditandai dengan penurunan kepadatan mineral tulang. Usia dan konsumsi buah merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan tulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia dan konsumsi buah dengan prevalensi osteoporosis di Kelurahan Pejagan dan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, pada tahun 2024. Metode penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 80 responden berusia 40–80 tahun. Hasil pemeriksaan densitas tulang menunjukkan 54 responden (67,5%) mengalami osteoporosis, 22 responden (27,5%) mengalami osteopenia, dan 4 responden (5%) memiliki kepadatan tulang normal. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dengan prevalensi osteoporosis (p=0,035; r=0,236), di mana semakin tinggi usia, risiko osteoporosis meningkat. Selain itu, konsumsi buah juga berhubungan signifikan dengan prevalensi osteoporosis (p=0,032; r=-0,240), dengan konsumsi buah yang cukup berperan dalam menurunkan risiko osteoporosis. Kesimpulan: usia lanjut dan rendahnya konsumsi buah memiliki hubungan terhadap meningkatnya prevalensi osteoporosis. Upaya pencegahan perlu difokuskan pada edukasi diet sehat dengan meningkatkan konsumsi buah serta melakukan skrining rutin pada kelompok usia berisiko tinggi.