Sariningsih Sariningsih
Departemen Ilmu Penyakit Syaraf Spesialis Saraf Rumah Sakit Medika Insani Bandar Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Dosis Kumulatif Dan Frekuensi Pemberian Kemoterapi Dengan Kejadian Chemotherapy Induced Peripheral Neuropathy (CIPN) Studi: Cross-Sectional Pada Pasien Kanker Di Rsud Abdul Moeloek Bandar Lampung Fauziatus Sabila; Sariningsih Sariningsih; Ratna Purwaningrum; Nita Sahara; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.25564

Abstract

Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy (CIPN) merupakan salah satu efek samping neurotoksik yang sering terjadi pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi, terutama pada penggunaan agen platinum, taxane, dan vinca alkaloid, serta bersifat kumulatif dan diduga berkaitan dengan dosis kumulatif serta frekuensi pemberian kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dosis kumulatif dan frekuensi pemberian kemoterapi dengan kejadian CIPN pada pasien kanker di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 50 pasien kanker yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dosis kumulatif dan frekuensi kemoterapi diperoleh dari rekam medis, sedangkan kejadian CIPN dinilai menggunakan kuesioner EORTC QLQ-CIPN20. Sebagian besar responden adalah perempuan (74%) dengan diagnosis kanker payudara (48%). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Namun, karena asumsi uji Chi-Square tidak terpenuhi, analisis bivariat menggunakan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi p0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dosis kumulatif kemoterapi dengan kejadian CIPN (p=0,045) serta antara frekuensi pemberian kemoterapi dengan kejadian CIPN (p=0,036), di mana pasien dengan dosis kumulatif berisiko dan jumlah siklus lebih dari enam cenderung mengalami neuropati dengan derajat yang lebih berat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dosis kumulatif dan frekuensi pemberian kemoterapi dengan kejadian Chemotherapy-Induced Peripheral Neuropathy (CIPN) pada pasien kanker di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung.
Hubungan Jenis Kemoterapi Terhadap Kejadian Chemotherapy Induced Peripheral Neuropathy (CIPN) Pada Pasien Kanker Di Rsud Abdul Moeloek Bandar Lampung Wiwin Wildaniatul Janah; Sariningsih Sariningsih; Sandhy Arya Pratama; Raden ayu Neilan Amroisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.25481

Abstract

Kemoterapi merupakan salah satu modalitas utama dalam penatalaksanaan kanker, namun penggunaannya sering menimbulkan efek samping, salah satunya chemotherapy-induced peripheral neuropathy (CIPN), yang dapat menurunkan kualitas hidup serta mengganggu keberlanjutan terapi. Kejadian CIPN bervariasi dan dipengaruhi oleh jenis agen kemoterapi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kemoterapi dengan kejadian CIPN pada pasien kanker di RSUD Abdul Moeloek tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 78 pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square untuk menilai hubungan antara jenis kemoterapi dan kejadian CIPN. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien berusia 46–59 tahun (53,8%), berjenis kelamin perempuan (75,6%), dan didominasi oleh kanker payudara (52,6%). Mayoritas pasien menerima kombinasi kemoterapi neurotoksik dan non-neurotoksik (52,6%), dengan kejadian CIPN terbanyak pada kategori ringan (84,6%). Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kemoterapi dan kejadian CIPN (p = 0,002). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kemoterapi dan kejadian CIPN pada pasien kanker di RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung tahun 2025.