Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Klinis Dan Temuan Radiografi Thoraks Pada Pasien Tuberkulosis Paru Dengan Diabetes Melitus Di RS Bintang Amin Bandar Lampung Muhamad Izudin Abdusalam; Rakhmi Rafie; Mardheni Wulandari; Fransisca Tarida Yuniar Sinaga
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i3.21729

Abstract

Tuberkulosis (TB) ialah penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan global, terutama bila disertai dengan komorbiditas seperti diabetes melitus (DM) yang dapat memperberat manifestasi klinis maupun radiologis TB. Studi ini dilaksanakan guna menganalisis gambaran klinis dan gambaran foto radiografi thorax pada pasien TB paru dengan DM di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung. Studi ini memakai desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan secara retrospektif berdasarkan data sekunder dari rekam medis dan hasil pemeriksaan radiografi thorax pasien selama periode Januari hingga Desember 2024. Hasil studi menunjukkan bahwa gejala klinis yang dominan ditemukan ialah batuk berdahak (96,8%), penurunan berat badan (93,5%), lemas (90,3%), sesak napas (74,2%), dan demam (71,0%). Sementara itu, gambaran radiografi thorax terbanyak ialah infiltrat (92%), fibrosis (51,6%), kavitas (41,9%), dan konsolidasi (29,0%). Distribusi lesi paru paling banyak bersifat bilateral (67,7%) dan multipel (64,5%), dengan lokasi dominan pada lapangan paru bawah (45,2%). Hasil ini menunjukkan jika pasien TB dengan DM cenderung memiliki manifestasi klinis berat serta kelainan radiologis yang lebih luas, sehingga deteksi dini dan pemantauan penting dalam manajemen klinis.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Terhadap Terapi Pencegahan Tuberkulosis (Tpt) Pada Kontak Serumah Pasien Tb Paru Di Puskesmas Pacet Cianjur Jawa Barat Tahun 2025 Anisa Putri Nabila; Rakhmi Rafie; Upik Pebriyani; Fransisca Tarida Yuniar Sinaga
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.25464

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang ditularkan melalui droplet udara. Kontak serumah pasien TB paru mempunyai risiko tinggi tertular, begitupun mengalami Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) yang dapat berkembang menjadi TB aktif, sehingga dianjurkan menjalani Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan menjalani TPT pada kontak serumah pasien TB paru. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai tingkat pengetahuan dan kepatuhan, kemudian dianalisis melalui uji Chi-Square. Temuan penelitian mengindikasikan mayoritas partisipan memiliki tingkat pengetahuan baik (56,3%), diikuti pengetahuan cukup (35,0%) dan kurang (8,8%). Tingkat kepatuhan terbanyak berada pada kategori sedang (37,5%), diikuti kepatuhan tinggi (32,5%) dan rendah (30,0%). Hasil analisis mengindikasikan adanya korelasi secara signifikan di  antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani TPT (p-value = 0,000; X² = 40,803). Penelitian ini menyimpulkan bahwasanya ditemukan hubungan secara signifikan di antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalani TPT pada kontak satu rumah dengan pasien TB paru, di mana semakin baiknya tingkat pengetahuan seseorang maka semakin tinggi kepatuhannya dalam menjalani terapi.