Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Penerapan Sistem Informasi E-Puskesmas Dengan Model Hot-Fit Di Puskesmas Roworejo Negerikaton Kabupaten Pesawaran Desty Alifia Saputri; Wayan Aryawati; Christin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.25584

Abstract

Sistem Informasi Kesehatan Nasional merupakan sistem yang dikelola oleh Kementerian dengan tujuan mengintegrasikan dan menstandarkan seluruh sistem informasi kesehatan. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan wajib menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik, salah satu sistem informasi untuk menyelenggarakan hal tersebut adalah sistem informasi e-puskesmas. Sistem informasi tersebut masih memiliki berbagai kendala antara lain gangguan pada layanan webservice dan keterbatasan sarana pra sarana khususnya di puskesmas Roworejo, oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah melakukan Evaluasi penerapan E-puskesmas di Puskesmas Roworejo menggunakan metode Hot-fit (Human, Organization, Technology, and Benefit). Penelitian dengan desain metode kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Juli 2025 di Puskesmas Roworejo Kecamatan Negerikaton Kabupaten Pesawaran. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan penerapan e-Puskesmas di Puskesmas Roworejo masih menghadapi hambatan pada aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Sebagian petugas rawat inap belum siap menggunakan sistem e-puskesmas karena merasa rumit, kurang termotivasi, dan terbiasa dengan pelaporan manual. Secara organisasi, gangguan sistem dan keterbatasan perangkat memicu beban kerja ganda dan penundaan pelaporan, sementara dukungan teknis dan sarana belum memadai. Teknologi, Meskipun petugas cukup memahami sistem, keterbatasan perangkat dan lambatnya respons teknis membuat pelaporan kurang efisien dan sering beralih ke cara manual. Perlu meningkatkan manajemen internal untuk membangun disiplin digitalisasi, dan pemenuhan perangkat standar serta kecepatan respon teknis.