Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, akhlak, dan kompetensi keagamaan peserta didik. Di era globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan budaya global menghadirkan berbagai tantangan yang memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan Islam. Kondisi tersebut menuntut pondok pesantren untuk tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki daya saing. Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo merupakan salah satu pesantren yang berupaya mempertahankan eksistensinya melalui pengembangan sistem pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan agama dengan pendidikan umum serta penguatan karakter santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo di era globalisasi, meliputi peran pesantren dalam pengembangan pendidikan Islam, strategi adaptasi terhadap perubahan zaman, serta kontribusinya dalam membentuk karakter dan kompetensi santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pengasuh pesantren, kepala madrasah, ustaz, santri, serta pihak-pihak yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan di pesantren. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin tetap memiliki relevansi yang tinggi di era globalisasi melalui penerapan sistem pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum, penguatan pendidikan karakter, pemanfaatan teknologi informasi secara bijaksana, serta pembinaan keterampilan dan kemandirian santri. Selain itu, pesantren juga berperan sebagai pusat pembinaan moral, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, dan pemberdayaan masyarakat sehingga mampu menjawab tantangan perubahan sosial tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepesantrenan. Dengan demikian, Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin Kabupaten Tebo tetap relevan sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu beradaptasi dengan perkembangan global sekaligus mempertahankan identitasnya dalam membentuk generasi yang religius, berkarakter, dan kompetitif.