Mudesta Viresi Ngongo
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Beban Kerja Petugas Coder pada Implementasi Rekam Medis Elektronik Dengan Metode WISN di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya Robiatud Daniyah; Mudesta Viresi Ngongo
JRMIK Vol 7 No 2 (2026): JOURNAL OF MEDICAL RECORDS AND HEALTH INFORMATION
Publisher : Malang: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58535/jrmik.v7i2.107

Abstract

Latar belakang : Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) telah mengubah pola kerja petugas coder di rumah sakit, sehingga diperlukan evaluasi terhadap beban kerja untuk memastikan kecukupan tenaga dan menjaga mutu pelayanan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi bebankerja petugas coder pada implementasi Rekam Medis Elektronik menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya.Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Analisis kebutuhan tenaga dilakukan menggunakan metode WISN sesuai Pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kerja tersedia petugas coder sebesar 116.340 menit/tahun, dengan rata-rata waktu pengkodean 0,6 menit per berkas rekam medis rawat jalan dan 1,1 menit per berkas rekam medis rawat inap.. Berdasarkan perhitungan metode WISN diperoleh kebutuhan tenaga petugas coder sebesar 1,8782 orang yang dibulatkan menjadi 2 orang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah petugas coder yang tersedia saat ini masih sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Implementasi RME menyebabkan kegiatan pokok petugas coder lebih berfokus padapenginputan kode diagnosis, sedangkan telaah rekam medis, verifikasi diagnosis, validasi dokumen, dan kodefikasi untuk klaim BPJS Kesehatan dilaksanakan oleh Unit Casemix. Meskipun demikian, petugas coder masih menjalankan tugas tambahan seperti audit rekam medis, pemeriksaankelengkapan dokumen, penyusunan laporan, dan membantu proses pendaftaran pasien. Oleh karena itu, evaluasi beban kerja dan pembagian tugas perlu dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi peningkatan volume pelayanan, perubahan regulasi pengkodean, maupun pengembangan fitur RME.Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi manajemen Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya dalam perencanaan kebutuhan sumber daya manusia dan pengelolaan beban kerja petugas coder.