Aida Rizkiatul Zahra
Sebelas Maret University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Tindak Kekerasan Anak di Pesantren dalam Konteks Sosial, Budaya dan Struktural Aida Rizkiatul Zahra
Recidive : Jurnal Hukum Pidana dan Penanggulangan Kejahatan Vol 14, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Criminal Law Section Faculty of Law Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/recidive.v14i1.95657

Abstract

Abstract:Kekerasan terhadap anak di pesantren di Indonesia telah menjadi isu yang semakin mendesak, dengan banyak kasus yang melibatkan santri sebagai pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak kekerasan di pesantren dalam perspektif sosial, budaya, dan struktural. Melalui pendekatan normatif dan preskriptif, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kekerasan di pesantren, termasuk struktur budaya dan sosial yang ada dalam lingkungan pendidikan pesantren. Metodologi yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan undang-undang dan studi kasus, dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara dan data sekunder dari literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan di pesantren dipengaruhi oleh sistem yang tertutup, kurangnya mekanisme pengawasan, serta lemahnya pembinaan bagi pengasuh dan santri. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah solutif, antara lain: (1) penguatan pengawasan melalui keterlibatan pengasuh dan ustaz dalam menciptakan lingkungan yang aman; (2) mekanisme pelaporan dan mediasi yang efektif; (3) reformasi budaya pendidikan yang menanamkan disiplin tanpa kekerasan; (4) penerapan regulasi dan standarisasi yang lebih ketat melalui pedoman disiplin yang jelas serta pengawasan rutin; dan (5) penyediaan layanan kesehatan dan psikososial bagi santri. Dengan implementasi kebijakan yang tegas serta pendekatan holistik dalam perlindungan santri, pesantren dapat menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak. Kata Kunci: kriminologi, kenakalan remaja, soburalAbstract: Violence against children in pesantren in Indonesia has become an increasingly pressing issue, with many cases involving santri as perpetrators. This study aims to analyze violence in pesantren from a social, cultural, and structural perspective. Through a normative and prescriptive approach, this study analyzes the factors that influence the occurrence of violence in pesantren, including the cultural and social structures that exist in the pesantren education environment. The methodology used is qualitative analysis with a law and case study approach, by collecting primary data through interviews and secondary data from related literature. The results show that violence in pesantren is influenced by a closed system, lack of supervision mechanisms, and weak guidance for caregivers and students. To overcome this problem, solutive steps are needed, including: (1) strengthening supervision through the involvement of caregivers and ustaz in creating a safe environment; (2) effective reporting and mediation mechanisms; (3) reforming educational culture that instills discipline without violence; (4) implementing stricter regulations and standardization through clear disciplinary guidelines and regular supervision; and (5) providing health and psychosocial services for santri. With strict policy implementation and a holistic approach in protecting santri, pesantren can become a safe and child-friendly educational environment. Keywords: criminology, juvenile delinquency, sobural