Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ECOPRENEUR MUDA BERDAYA: PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI USAHA HIJAU INOVATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL DAN EKOLOGI BERKELANJUTAN Miftakhur Rohman; Muhammad Iqbal Mustofa; Fitria Nur Masitoh; Darul Abror; Devi Tridayanti
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.31848

Abstract

ABSTRAK                                                                            Isu lingkungan dan ekonomi lokal yang tidak berkelanjutan menjadi tantangan yang nyata di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa melalui pendekatan ecotechnopreneurship yang memadukan konsep usaha hijau, kearifan lokal, dan literasi ekologi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop, praktikum, dan pendampingan selama tiga bulan dengan melibatkan 30 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Ekonomi. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, observasi kegiatan, dan testimoni peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 85% terhadap konsep ecopreneurship, serta 60% peserta telah berhasil membuat prototipe produk usaha hijau berbasis bahan lokal (seperti produk ramah lingkungan dari limbah organik dan ecoprint). Pengabdian ini berkontribusi pada peningkatan kesadaran ekologis dan inisiatif kewirausahaan hijau di kalangan mahasiswa  Kata kunci: Ecopreneurship; Green Economy; Kearifan Lokal; Literasi Ekologi; Pemberdayaan Mahasiswa.   ABSTRACTEnvironmental and unsustainable local economic issues pose a real challenge among young people, particularly university students. This initiative aims to empower students through an ecotechnopreneurship approach that combines green business concepts, local wisdom, and ecological literacy. The activities were conducted in the form of workshops, practical sessions, and mentoring over a three-month period, involving 30 students from the Economics Education Program. Evaluation was conducted through pre-post tests, activity observations, and participant testimonials. Results showed an 85% increase in understanding of ecopreneurship concepts, with 60% of participants successfully creating prototypes of green business products using local materials (such as environmentally friendly products made from organic waste and ecoprint). This initiative contributes to enhancing ecological awareness and green entrepreneurship initiatives among students.  Keywords: Ecopreneurship; Green Economy; Local Wisdom; Ecological Literacy; Student Empowerment.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA BIG BOOK BERBASIS TEKNOLOGI PADA PROGRAM GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESI DI SD AL-QURANIYAH MARTAPURA Khasbi Ainun Najib; Muhammad iqbal Mustofa; Resti Septikasari; Nurul Maftuah; Neli Agustina
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42831

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di sekolah dasar memerlukan kompetensi guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif untuk mendukung kegiatan literasi. Namun, guru di SD Al-Quraniyah Martapura masih memiliki keterbatasan dalam merancang media literasi berbasis teknologi sehingga pemanfaatan media pembelajaran pada pembelajaran Bahasa Indonesia belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat media Big Book berbasis teknologi sebagai pendukung pelaksanaan GLS. Sasaran kegiatan adalah 20 orang guru SD Al-Quraniyah Martapura. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan dan pendampingan melalui observasi awal, penyampaian materi, praktik terbimbing, pendampingan pembuatan media, serta evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, diskusi, refleksi, dan penilaian terhadap media yang dihasilkan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai konsep dan karakteristik media Big Book serta kemampuan dalam merancang media Big Book berbasis teknologi untuk pembelajaran Bahasa Indonesia. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan memberikan tanggapan positif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru serta mendukung penguatan GLS melalui pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan.Kata kunci: Big Book; Gerakan Literasi Sekolah; media pembelajaran berbasis teknologi; pelatihan guru; pembelajaran Bahasa IndonesiaABSTRACTThe implementation of the School Literacy Movement (GLS) in elementary schools requires teachers’ competence in developing innovative learning media to support literacy activities. However, teachers at SD Al-Quraniyah Martapura still have limitations in designing technology-based literacy media, resulting in less optimal use of learning media in Indonesian language learning. This community service activity aimed to improve teachers’ knowledge and skills in developing technology-based Big Book media to support the implementation of GLS. The target participants were 20 teachers of SD Al-Quraniyah Martapura. The implementation method consisted of training and mentoring through initial observation, material presentation, guided practice, media development assistance, and evaluation. Evaluation was conducted through observation, discussion, reflection, and assessment of the media produced by the participants. The results showed an improvement in teachers’ understanding of the concepts and characteristics of Big Book media and their ability to design technology-based Big Book media for Indonesian language learning. The participants also demonstrated enthusiasm and provided positive responses throughout the activity. This activity contributed to improving teachers’ professional competence and strengthening the implementation of GLS through the use of innovative and sustainable learning media.Keywords: Big Book; Indonesian language learning; School Literacy Movement; teacher training; technology-based learning media