V Dwi Jani Juliawati
- Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (SpKKLP), Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia - Medical Education Unit, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Ka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Penyakit Ginjal pada Jemaat Gereja Keluarga Kudus, Paroki Rawamangun: Studi Deskriptif Tena Djuartina; V Dwi Jani Juliawati; Iskandar R Budianto
Smart Society Empowerment Journal Vol 6, No 1 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ssej.v6i1.115724

Abstract

Pendahuluan: Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan kronis yang prevalensinya terus meningkat, terutama pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia, serta pada individu dengan penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes melitus. Pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ginjal berperan penting dalam upaya pencegahan dan deteksi dini, namun data mengenai tingkat pengetahuan pada komunitas berbasis keagamaan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan jemaat tentang penyakit ginjal di Gereja Keluarga Kudus ParokiMetode: Studi deskriptif dengan pendekatan potong lintang pada 39 responden jemaat Gereja Keluarga Kudus Paroki Rawamangun pada Bulan November 2025. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentaseHasil dan pembahasan: Rerata usia responden 62 tahun (26–85 tahun) dengan mayoritas perempuan (92,3%). Sebagian besar responden memiliki faktor risiko penyakit tidak menular. Sebanyak 82,0% responden berada pada kategori pengetahuan baik dan sangat baik mengenai kesehatan ginjal.Kesimpulan: Tingkat pengetahuan jemaat tentang penyakit ginjal tergolong baik. Hasil ini dapat menjadi dasar perencanaan program edukasi kesehatan ginjal di komunitas gereja.