Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktivitas Antifungi Emulgel Ekstrak Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terhadap Malassezia furfur Rahmawaty Hasan
Sciences and Clinical Pharmacy Research Journal Vol. 2 No. 4 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/scpr.v2i4.5567

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman tradisional yang berpotensi sebagai antibakteri dan antijamur. Buah belimbing memiliki senyawa flavonoid 276.73±25.25 mg sehingga berpotensi sebagai antijamur. Efektivitas penggunaan ekstrak buah belimbing wuluh pada kulit dapat ditingkatkan dengan memformulasikan sediaan emulgel, yang memiliki kelebihan daya hantar obat yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas daya hambat sediaan emulgel ekstrak metanol 80% buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Malassezia furfur dengan metode kertas cakram. Metode ekstraksi maserasi buah belimbing wuluh dengan pelarut methanol 80% didapatkan rendemen 13.3%. Data skrining fitokimia dianalisis secara deskriptif. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa pada ekstrak buah belimbing wuluh terdapat kandungan metabolit flavonoid, alkaloid, saponin dan triterpenoid. Ekstrak diformulasikan menjadi emulgel dengan variasi konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Berdasarkan evaluasi sediaan, formulasi terbaik adalah formulasi 3 dengan hasil evaluasi yang sesuai standar, meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, cycling test, dan uji untuk menentukan emulgel yang dianalisis secara deskriptif. Uji daya sebar, uji pH, uji viskositas, dan uji zona hambat menggunakan analisis One-Way ANOVA menggunakan SPSS. Aktivitas antifungi menunjukkan formulasi 3 dengan konsentrasi ekstrak buah belimbing wuluh 15% memiliki zona hambat yang paling kuat, yaitu 12,00 mm. Emulgel ekstrak buah belimbing wuluh dengan konsentrasi 15% memiliki potensi aktivitas antifungi dengan menghambat pertumbuhan Malassezia furfur.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSUMSI OBAT IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA SIMALUNGUN, SUMATERA UTARA Rahmawaty Hasan; Burhanudin Gasim Soka; Saidah Saidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya Vol. 4 No. 06 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkarya
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/berkarya.v4i6.2220

Abstract

Guidelines for medication use during pregnancy must ensure that the therapeutic benefits significantly outweigh any short-term or long-term risks to both the mother and the fetus. This community service activity aimed to improve the understanding of 25 pregnant women in the Pematang Raya area, Simalungun Regency, North Sumatra, regarding the principles of safe medication use during pregnancy. The program applied an educational approach using informational media in the form of posters, combined with material presentation and interactive discussions. The activity began with a pre-test to assess participants’ baseline knowledge about medication use in pregnancy. Following the educational session, a post-test was conducted to evaluate the improvement in understanding. The results indicated a significant increase in knowledge, with 88% of respondents demonstrating a good understanding of safe medication principles during pregnancy. However, further evaluation is necessary for participants who did not fully comprehend the educational material to ensure overall program effectiveness.