p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekosains
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Kualitas Air Terdampak Aktivitas Masyarakat Sebagai Indikator Pembangunan Berkelanjutan Di Sungai Aliran Desa Pondok, Karanganom, Klaten Youhana Eli Santika
Ekosains Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Desa Pondok yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai yaitu pertanian, permukiman, dan peternakan. Hal ini menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan dari proses domestik yang tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang ada sehingga sungai dijadikan salah satu tempat pembuangan limbah baik limbah industri, organik, maupun anorganik. Dari proses tersebut akan membuat kondisi perairan Sungai Desa Pondok semakin hari semakin buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi parameter fisika-kimia perairan sungai yang terdampak pencemaran di Sungai Desa Pondok dan mengetahui status mutu air di Sungai Desa Pondok. Lokasi penelitian berada di Sungai Aliran Desa Pondok, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada 4 stasiun yang berbeda. Analisis Kualitas Air Sungai Desa Pondok berdasarkan parameter fisika dan kimia diukur menggunakan alat Horiba U-50 Series Multi-Parameter Water Quality Meter dan pH meter, kemudian disesuaikan dengan Baku Mutu Air Kelas II yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Permenkes RI No 32 Tahun 2017. Dalam menentukan status mutu air dilakukan analisis menggunakan metode STORET. Hasil dari penelitian ini yaitu Parameter yang melebihi baku mutu adalah Kekeruhan dan Dissolved Oxygen (DO).  Hasil perhitungan status mutu air di Sungai Desa Pondok menggunakan Metode STORET menunjukkan total skor sebesar -14. Hal ini mengartikan bahwa status mutu air di Sungai Desa Pondok termasuk golongan air Kelas C atau tercemar sedang. Usaha mitigasi, adaptasi, dan partisipasi masyarakat yang optimal dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan, diantaranya mengurangi dampak pencemaran di perairan. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemerataan penyebaran penduduk dan pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah padat, pembuatan fasilitas pembuangan sampah disekitar permukiman, dan pembuatan instalasi pengolahan air limbah.
Analisis Status Mutu Air dengan Metode Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia di Sungai Beji, Desa Pondok , Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten Youhana Eli Santika
Ekosains Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas masyarakat di sepanjang Sungai Beji Desa Pondok yang dapat mempengaruhi kualitas air sungai yaitu pertanian, permukiman, dan peternakan. Hal ini menjadikan peningkatan terhadap jumlah limbah yang dihasilkan dari proses domestik yang tidak disertai dengan pengelolaan limbah yang ada sehingga sungai dijadikan salah satu tempat pembuangan limbah baik limbah industri, organik, maupun anorganik. Dari proses tersebut akan membuat kondisi perairan Sungai Desa Pondok semakin hari semakin buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui status mutu air di Sungai Beji, Desa Pondok . Lokasi penelitian berada di Sungai Beji, Desa Pondok , Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada 4 stasiun yang berbeda. Analisis Status Mutu air di  Sungai Beji, Desa Pondok berdasarkan parameter fisika dan kimia diukur menggunakan alat Multi-Parameter Water Quality Meter dan pH meter, kemudian disesuaikan dengan Baku Mutu Air Kelas II yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam menentukan status mutu air dilakukan analisis menggunakan metode Indeks Pencemaran. Hasil dari penelitian ini yaitu Parameter yang melebihi baku mutu adalah Dissolved Oxygen (DO).  Hasil perhitungan status mutu air di Sungai Beji Desa Pondok menggunakan Metode Indeks Pencemaran menunjukkan total skor sebesar 1,91. Hal ini mengartikan bahwa status mutu air di Sungai Beji Desa Pondok termasuk kategori tercemar ringan. Usaha mitigasi, adaptasi, dan partisipasi masyarakat yang optimal dalam menjaga Air Sungai supaya tidak tercemar diantaranya mengurangi dampak pencemaran di perairan. Hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pemerataan penyebaran penduduk dan pengendalian pertumbuhan jumlah penduduk di wilayah padat, pembuatan fasilitas pembuangan sampah disekitar permukiman, dan pembuatan instalasi pengolahan air limbah.