Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kebersyukuran Terhadap Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal di Kota Medan Yoseva Nadeak; Nancy Naomi G.P. Aritonang
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebersyukuran terhadap quarter life crisis pada dewasa awal di Kota Medan. Quarter life crisis merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan perasaan cemas, bingung, ragu terhadap diri sendiri, serta ketidakpastian dalam menghadapi tuntutan kehidupan pada masa transisi menuju kedewasaan. Kebersyukuran dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu individu menghadapi berbagai tekanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah dewasa awal berusia 18–30 tahun yang berdomisili di Kota Medan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kebersyukuran dan skala quarter life crisis. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersyukuran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap quarter life crisis pada dewasa awal di Kota Medan. Semakin tinggi tingkat kebersyukuran yang dimiliki individu, semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialaminya. Sebaliknya, semakin rendah kebersyukuran, semakin tinggi kecenderungan individu mengalami quarter life crisis. Temuan ini menunjukkan bahwa kebersyukuran memiliki peran penting dalam membantu dewasa awal menghadapi berbagai tantangan perkembangan, mengelola tekanan emosional, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Perantau di Kota Medan Elsa Tambunan; Nancy Naomi G.P. Aritonang
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i3.2174

Abstract

Quarter life crisis merupakan kondisi krisis psikologis yang banyak dialami individu pada masa dewasa awal, terutama mahasiswa perantau yang menghadapi berbagai tuntutan akademik, sosial, dan adaptasi terhadap lingkungan baru. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan tingkat quarter life crisis adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap quarter life crisis pada mahasiswa perantau di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana. Populasi penelitian adalah mahasiswa perantau yang berasal dari enam perguruan tinggi di Kota Medan, dengan jumlah sampel sebanyak 362 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala kecerdasan emosional yang disusun berdasarkan aspek Goleman dan skala quarter life crisis berdasarkan aspek Robbins dan Wilner. Analisis data dilakukan menggunakan bantuan SPSS versi 20 melalui uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan yang linear. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap quarter life crisis dengan nilai F = 9,895 dan p = 0,002 (p < 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Nilai koefisien determinasi (R Square = 0,027) menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 2,7% terhadap quarter life crisis, sedangkan 97,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Persamaan regresi yang diperoleh menunjukkan koefisien regresi bernilai negatif (b = -0,234), yang berarti semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin rendah tingkat quarter life crisis pada mahasiswa perantau di Kota Medan. Dengan demikian, kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam menurunkan quarter life crisis, meskipun kontribusinya relatif kecil sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi quarter life crisis.