Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Tahap Pekerjaan Struktur Atas Rumah Tinggal Skala Kecil Muhammad Abrian Surya Putra
Mitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin (MJPMM) Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjpmm.v1.i2.6

Abstract

Sektor konstruksi, khususnya pada tahap pekerjaan struktur atas rumah tinggal skala kecil, memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat aktivitas di ketinggian, pemasangan bekisting, pembesian, dan pengecoran beton. Namun, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek skala kecil sering kali belum optimal karena keterbatasan sumber daya dan rendahnya pemahaman pekerja terhadap potensi bahaya kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pekerja serta mandor mengenai pentingnya penerapan K3. Metode yang digunakan adalah penyuluhan partisipatif yang meliputi observasi awal kondisi lapangan, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan penyuluhan interaktif, serta evaluasi secara kualitatif. Materi difokuskan pada identifikasi potensi bahaya kerja, pentingnya penggunaan alat pelindung diri, dan penerapan prosedur kerja aman pada tahap pekerjaan struktur atas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap risiko kerja serta tumbuhnya kesadaran akan pentingnya penerapan K3 dalam aktivitas konstruksi sehari-hari. Peserta juga menunjukkan respons positif melalui keterlibatan aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa penyuluhan partisipatif merupakan pendekatan preventif yang efektif untuk menumbuhkan budaya keselamatan kerja pada proyek rumah tinggal skala kecil.
Peningkatan Literasi Remaja Karang Taruna terhadap Risiko Intrusi Air Laut pada Air Sumur di Kota Semarang melalui Edukasi Partisipatif Muhammad Abrian Surya Putra
Jurnal Pengabdian KOLABORATIF Vol. 4 No. 1 (2026): January
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/kolaboratif.v4i1.13978

Abstract

Seawater intrusion is one of the major environmental issues in the coastal area of Semarang City, affecting the quality of groundwater used by local communities, particularly from shallow wells. Low environmental literacy, especially among adolescents, may hinder early detection and risk mitigation efforts related to this problem. From a civil and environmental engineering perspective, limited public understanding of groundwater dynamics and coastal hydrogeology can exacerbate the overexploitation of aquifers and accelerate saline water intrusion. This community engagement program aimed to enhance the environmental literacy of youth community members regarding the risks of seawater intrusion through participatory education. The method employed an interactive training approach, including material presentations on coastal hydrogeology, groundwater management, and saline intrusion mechanisms, followed by group discussions and evaluation through pre-test and post-test assessments involving 15 participants. The results demonstrated an improvement in participants’ understanding by 31 points, equivalent to a 57% increase compared to the baseline condition. After the program, participants were able to explain more systematically the causes of seawater intrusion, such as excessive groundwater extraction, land subsidence, and reduced recharge areas, its impact on well water quality, and the importance of sustainable groundwater management practices. During the discussion sessions, several participants began relating the material to local environmental conditions, including the phenomenon of increased salinity in well water during the dry season. These findings indicate that participatory educational approaches are effective in strengthening environmental literacy within a civil and environmental context. The program concludes that participatory education can serve as a relevant strategy to empower youth as agents of environmental awareness, supporting sustainable groundwater management and coastal resilience efforts.