Alfian Abdul Ghaffar
Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur Review: Fondasi Humanistik dalam Pendidikan Kewirausahaan Berbasis Maslow dan Rogers Tsania Ayu Rohani; Elin Trinovita; Mahendra Ryansa Gallen Gagah Pratama; Alfian Abdul Ghaffar
Economics and Digital Business Review Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v6i2.2780

Abstract

Pendidikan kewirausahaan di era disrupsi dan ketidakpastian global menuntut pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter, nilai personal, dan kesadaran diri peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fondasi humanistik dalam pendidikan kewirausahaan dengan menelaah teori Abraham Maslow dan Carl Rogers melalui metode literatur review sistematis. Teori Maslow menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan aktualisasi diri, sementara Rogers menggarisbawahi peran lingkungan belajar yang empatik dan reflektif dalam membentuk individu sebagai fully functioning person. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip humanistik ke dalam kurikulum kewirausahaan melalui strategi seperti project-based learning, self-directed learning, refleksi personal, dan mentoring mampu meningkatkan motivasi intrinsik, keberanian mengambil risiko, dan ketahanan psikologis mahasiswa. Kajian ini juga mengidentifikasi gap penelitian dan implikasi kebijakan, termasuk pentingnya pelatihan fasilitator berbasis nilai dan reformasi kurikulum nasional yang mendukung pendidikan transformatif. Artikel ini merekomendasikan pendekatan kewirausahaan yang lebih memanusiakan, dengan menempatkan pengembangan pribadi sebagai fondasi dalam membentuk wirausahawan yang tangguh, empatik, dan berdaya saing.
Digitalisasi Layanan di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi Alfian Abdul Ghaffar; Ratna Rosita Pangestika; Amalia Nurannisa Sudirman; Akyas Hilmi Maksum; M. Najmi Nadif
Economics and Digital Business Review Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v6i2.2800

Abstract

Pondok Pesantren selama ini dianggap sebagai lembaga pendidikan tradisional yang lebih dominan menekankan aspek tradisi dan budaya. Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi sangat massif dan digunakan hampir di seluruh bidang kehidupan termasuk pendidikan. Apakah pondok pesantren dapat beradaptasi dengan teknologi informasi tersebut. Kajian ini ingin mengetahui dan menganalisis transformasi digital yang terjadi di pondok pesantren dan bidang-bidang layanan yang digitalkan. Studi ini menggunaka metode kualitatif deskriptif berdasarkan observasi, tindakan partisipasi dan interview dengan mengambil lokasi penelitian di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan teknologi dan menerapkan digitalisasi layanan. Di Pesantren Assalafiyyah layanan digital dapat digunakan untuk kegiatan akademik ataupun pembayaran. Pondok menerapkan sistem pembayaran dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu menunjang kegiatan kepesantrenan agar berjalan optimal. Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan pesantren, menciptakan lingkungan cahsless society, serta paperless offices yang dapat mengefisienkan data. Implikasi dari penelitian ini diharapkan akan semakin banyak pesantren yang menerapkan digitalisasi pelayanan kepada santrinya, sebagai salah satu respon positif pesantren terhadap perkembangan zaman sehingga dapat menyiapkan generasi bangsa yang berdaya saing tinggi dengan bekal pemahaman agama yang kuat, cerdas intelektual dan mampu memahami dan manguasai teknologi informasi dan komunikasi.