Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI DESAIN POSTER DIGITAL DENGAN CANVA UNTUK MENINGKATKAN BRANDING FAKULTAS SAINS DAN BISNIS suwanti suwanti; Ade Elvina; Nurdin H. Abd. Rahman S; M. Syahrun; Andy Suriyani; Yohanes Paulus Mae
FORDICATE Vol 5 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Multi Data Palembang, Fakultas Ilmu Komputer dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/fordicate.v4i3.13533

Abstract

Kemampuan mendesain materi visual menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa di era digital, terutama dalam mendukung aktivitas promosi dan branding institusi pendidikan tinggi. Fakultas Sains dan Bisnis di Universitas Muhammadiyah Maumere sebagai unit baru memerlukan strategi visual yang kuat untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik institusional. Permasalahan yang dihadapi meliputi rendahnya kualitas desain poster digital dan keterbatasan literasi desain di kalangan mahasiswa setiap program studi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membuat poster digital yang menarik dan informatif menggunakan platform Canva. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan, praktik desain poster sesuai karakteristik program studi, dan evaluasi berbasis kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta merasa terbantu dalam meningkatkan keterampilan desain visual, memahami prinsip desain grafis, serta merasa lebih percaya diri menggunakan Canva. Pemanfaatan perangkat smartphone oleh sebagian besar peserta justru mendukung efektivitas pelatihan secara praktis dan adaptif. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi setiap prodi yang memperkaya wawasan serta menghasilkan karya poster yang layak untuk mendukung branding fakultas.
Menjembatani Kesenjangan Kapasitas: Peran Strategis Kelompok Tenun Ikat Skala Besar dalam Pemberdayaan Kelompok Kecil dan Menengah di Kabupaten Sikka NTT Andy Suriyani; Abdul Kholiq; Nurdin H Abd Rahman S; Bryan Andika Putra Mapata
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpd.v4i3.833

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran strategis kelompok tenun ikat skala besar dalam menjembatani kesenjangan kapasitas kelompok tenun ikat skala kecil dan menengah serta merumuskan model kolaborasi yang efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan studi dokumentasi dengan melibatkan kelompok tenun ikat skala besar, kelompok kecil dan menengah, serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sikka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenjangan kapasitas bersifat multidimensional, terutama pada sumber daya manusia dan keterampilan, akses pasar, digital marketing, kualitas dan standardisasi, pengembangan desain, produksi, serta manajemen usaha. Kelompok tenun ikat skala besar memiliki posisi strategis sebagai local capacity builder melalui transfer pengetahuan, mentoring, pendampingan desain, quality control, kolaborasi produksi, dan pembukaan akses pasar. Penelitian menghasilkan model kolaborasi antar-skala yang terdiri atas enam tahapan, yaitu pemetaan capacity gap; penetapan kelompok mitra dan mentor; transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas; praktik dan kolaborasi produksi; penguatan pemasaran dan akses pasar; serta monitoring, evaluasi, dan pengembangan berkelanjutan. Model ini menempatkan kelompok besar sebagai mentor, quality partner, penggerak inovasi, dan market bridge, dengan dukungan pemerintah dan perguruan tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa kapasitas internal ekosistem tenun ikat dapat dimobilisasi sebagai sumber daya pemberdayaan untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan industri tenun ikat Sikka
Transformasi Bisnis Digital (Tantangan dan Strategi) Pada UMKM Tenun Ikat Kabupaten Sikka Andy Suriyani; Indra Darmawan; Muhammad Alwi Shihab; Mohammad Amir; Yumandil Ahwan
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi bisnis digital menjadi kebutuhan strategis bagi UMKM dalam meningkatkan daya saing di era ekonomi digital, termasuk bagi UMKM berbasis budaya seperti Tenun Ikat di Kabupaten Sikka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan serta merumuskan strategi transformasi bisnis digital pada UMKM Tenun Ikat di Kabupaten Sikka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Subjek penelitian terdiri atas 7 pelaku UMKM Tenun Ikat dan 3 perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sikka. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dokumentasi, dan kuesioner terbatas, kemudian dianalisis menggunakan metode SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Tenun Ikat memiliki kekuatan utama pada nilai budaya dan keunikan motif, kualitas produk handmade, serta ketersediaan tenaga penenun terampil. Namun, kelemahan masih terdapat pada rendahnya literasi digital, manajemen usaha yang belum profesional, keterbatasan modal, kualitas visual produk, dan keterbatasan kapasitas produksi. Dari sisi eksternal, peluang besar berasal dari pertumbuhan e-commerce, tren produk etnik dan sustainable fashion, serta dukungan program pemerintah, sementara ancaman meliputi persaingan produk tekstil massal murah, produk tiruan, fluktuasi bahan baku, dan perubahan tren fashion. Pemetaan SWOT menempatkan UMKM Tenun Ikat Kabupaten Sikka pada Kuadran I, sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi pertumbuhan (growth strategy) melalui penguatan branding digital berbasis budaya, pemanfaatan marketplace, inovasi produk, serta kolaborasi dengan sektor pariwisata dan industri kreatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan dan program pendampingan yang lebih tepat sasaran dalam mendorong transformasi bisnis digital UMKM berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.