Abdul Mutholib
Universitas Islam Syarifuddin Lumajang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

UPAYA GURU PAI MENGATASI PERILAKU HATE SPEECH DI MEDIA SOSIAL Abdul Mutholib
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 19 No 02 (2025): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v19i02.1071

Abstract

Penelitian ini berangkat dari anggapan bahwa salah satu dampak buruk media sosial adalah meningkatnya penggunaan ujaran kebencian oleh remaja di media sosial. Diantara pelakunya adalah siswa SMP.Berdasarkan permasalahan tersebut, harus dilakukan tindakan agar fenomena ini menjadi teratasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatsi perilaku ujaran kebencian yang dilakukan siswa di media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi digunakan dalam proses pengumpulan data. Dalam penelitian ini, analisis data juga melibatkan reduksi data, visualisasi data, dan validasi data. Focus masalah yaitu:1) Bagaimana faktor penyebab perilaku Hate Speech di media sosial siswa SMP?, 2) Bagaiman upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi perilaku Hate Speech di media sosial siswa SMP? Adapun tujuan penilitan adalah 1) Untuk mengetahui factor penyebab perilaku Hate Speech di media sosial siswa SMP. 2) Untuk mengetahui upaya guru Pendiidkan Agama Islam dalam mengatasi perilaku Hate Speech di media sosial siswa SMP. Hasil penelitian yakni: 1) factor yang memengaruhi perilaku hate speech di media social adalah tidak bisa mengontrol emosi dan juga faktor pertemanan. 2) Upaya guru dalam mengatasi perilaku hate speech di media social adalah literasi keagamaan yang dilakukan setiap hari sabtu dan senin agar siswa dapat menggunakan media social dengan bijak dan bisa memperdalami pembelajaran keagamaan.