Nayla Fardha Qoshdia
Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Karakter Perempuan dalam Film Horor Indonesia Tahun 2022-Juni 2025 Salma Mualifah; Ica Juan Aerinda Putri; Hesti Rosita; Aisha Cahyarani Nabila; Nayla Fardha Qoshdia; Mutiara Putri Ayuningtiyas; Nanang Martono
Jurnal Ilmu Sosial Humaniora Indonesia Vol 5 No 2 (2025): JISHI - Desember 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jishi.352

Abstract

Film horor mengalami pertumbuhan signifikan dengan jumlah produksi film yang pesat. Film horor menghadirkan tokoh perempuan untuk memerankan karakter tertentu. Fenomena ini menarik untuk diteliti karena film horor di Indonesia kerap memosisikan perempuan sebagai tokoh sentral, baik sebagai korban maupun sosok yang kuat dan menyeramkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk karakter perempuan dalam film horor Indonesia serta mengungkap peran yang melekat pada mereka. Metode yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif dengan sifat nonreactive research terhadap 100 film horor Indonesia yang dipilih menggunakan teknik probability sampling, khususnya simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam film horor Indonesia digambarkan secara beragam, mulai dari karakter lemah lembut, emosional, pemberani, hingga sosok keras kepala. Terdapat perbedaan dengan film horor pada tahun 90-an yang identik dengan unsur seks, komedi, dan kekerasan. Representasi perempuan dalam film horor Indonesia masih ada yang diposisikan dalam karakter rentan atau lemah, namun di sisi lain mulai muncul karakter yang berani, rasional, dan mampu mengambil keputusan. Hal ini menegaskan bahwa film horor tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap perempuan. Hal ini menegaskan bahwa film horor tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap perempuan.