Ilal fitri sulfianti
Program Studi Pendidikan Nonformal, Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Pendidikan Masyarakat Kajang Antara Tradisi Dan Modernisasi Di Kabupaten Bulukumba Ilal fitri sulfianti; Ilmar Andi Achmad; Muhammad Athar Asmas
Journal of Education Sciences: Fondation & Application Vol 5 No 1 (2026): Maret
Publisher : Pendidikan Nonformal Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jesfa.v5i1.147

Abstract

Dinamika Pendidikan Masyarakat Kajang Antara Tradisi dan Modernisasi di Kabupaten Bulukumba. Dibimbing oleh Ilmar Andi Ahcmad S.Pd.,M.Pd dan Dr.Hj.Andi Sumrah,Ap.,M.Si. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bulukumba. Penelitian ini menganalisis dinamika pendidikan masyarakat Kajang di Kabupaten Bulukumba, dengan fokus pada interaksi antara pendidikan adat Kajang dan pendidikan formal di tengah arus modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap Kepala Desa Tanah Toa, Galla, Orang Tua, dan Pemuda. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Kajang hidup dalam dua sistem pendidikan yang berdampingan. Ada pendidikan adat yang berlandaskan pada Pasang ri Kajang, yaitu ajaran lisan dan nilai-nilai filosofis yang menjadi pedoman hidup masyarakat adat Kajang, serta pendidikan formal yang mengadopsi kurikulum nasional. Kehadiran modernisasi, terutama melalui pendidikan formal dan teknologi seperti gawai, menimbulkan ketegangan nilai. Namun, masyarakat Kajang tidak menolak modernisasi. Sebaliknya, mereka berupaya mempertahankan budaya sambil mengambil hal-hal modern yang dianggap bermanfaat.Tantangan utama adalah menjaga agar generasi muda tidak melupakan akar budayanya. Disarankan adanya inovasi dalam metode pendidikan adat, penguatan peran orang tua, kolaborasi antara sekolah dan adat dalam pengembangan kurikulum lokal, serta peran aktif pemuda sebagai agen pelestarian dan inovasi budaya. Penelitian lanjutan disarankan untuk mendalami model integrasi pendidikan.