Limbah rumah tangga masih menjadi persoalan lingkungan yang cukup serius, terutama di wilayah pedesaan. Salah satu limbah yang umum ditemui adalah minyak jelantah. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari air dan tanah, menyumbat saluran pembuangan, serta menimbulkan risiko kesehatan. Di Desa Tambakreja, Kabupaten Cilacap, pengelolaan minyak jelantah masih terbatas pada pengumpulan melalui bank sampah tanpa adanya pemanfaatan lebih lanjut. Padahal, limbah ini berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah, salah satunya lilin aromaterapi anti nyamuk dengan tambahan minyak esensial lavender yang juga memiliki manfaat relaksasi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai bahaya minyak jelantah serta melatih masyarakat dalam mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat. Sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK dan pengelola bank sampah melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan mengenai dampak lingkungan dan kesehatan, praktik langsung pembuatan lilin, serta pendampingan kewirausahaan sederhana untuk mendorong pengembangan produk sebagai usaha mikro. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus keterampilan baru dalam memanfaatkan minyak jelantah. Produk lilin yang dihasilkan terbukti ramah lingkungan, efektif sebagai penolak nyamuk, serta memiliki nilai ekonomis yang dapat mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.