Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGOLAHAN KOTORAN KAMBING MENJADI PUPUK ORGANIK UNTUK PERTANIAN BERKELANJUTAN Yolinda Riandani; Satria Bintang Prabowo; Tria Fajriana; Setyana Rahayu; Indah Cahyani; Ika Alifia; Adisti Emilia Putri; Aziz Wahyu Saputra; Maulana Yoga Naufansah
WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): WIKUACITYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Edisi KKN)
Publisher : Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63859/wikuacitya.v5i2.545

Abstract

Pertanian yang berkelanjutan merupakan metode penting untuk menjaga produktivitas tanah dan melestarikan lingkungan. Namun, di banyak daerah pedesaan, praktik pertanian masih sangat bergantung pada penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, yang dapat merusak kesuburan tanah dalam waktu lama. Salah satu solusi untuk masalah ini adalah penggunaan pupuk organik yang dibuat dari limbah peternakan, khususnya kotoran kambing. Kotoran kambing mengandung nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang baik untuk pertumbuhan tanaman, dan juga dapat meningkatkan kondisi fisik, kimia, serta biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan kotoran kambing sebagai pupuk organik dalam mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Bangsa, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Metoda yang dipakai adalah pendekatan deskriptif untuk menilai potensi limbah dari peternakan kambing dan cara mengolah kotoran kambing menjadi pupuk organik dengan metode pengomposan. Hasil studi menunjukkan bahwa pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik dapat mengurangi limbah peternakan yang berisiko mencemari lingkungan, meningkatkan kesuburan tanah, dan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia. Selain itu, penggunaan pupuk organik dari kotoran kambing juga bisa meningkatkan nilai ekonomi masyarakat jika dikelola dengan baik. Dengan demikian, pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik bisa menjadi solusi untuk mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di tingkat desa.