Muhamad Basuki Rahmat
Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis VUCA Terdadap Transformasi Pendidikan Dalam Prespektif Sosiologi Pendidikan Kontemporer Muhamad Basuki Rahmat; Elis Nursetialloh
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.936

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan global yaitu VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), yang sangat berhubungan dan berdampak pada transformasi pendidikan di Indonesia. Keadaan ini dapat menjadi sebuah tantangan dan peluang dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang menjadi indikator dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sosiologi pendidikan kontemporer memandang fenomena VUCA sebagai konteks sosial baru yang secara langsung membentuk sistem, proses, dan relasi dalam pendidikan. Pendidikan tidak lagi dipahami hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi sebagai ruang sosial yang harus beradaptasi dengan perubahan cepat, ketidakpastian masa depan, kompleksitas masalah global, dan ambiguitas nilai serta identitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis VUCA terhadap transformasi pendidikan dalam ruang lingkup perubahan pemikiran masyarakat secara sosiologis. Berdasarkan hasil penelitian bahwa VUCA merubah tatanan hidup diantaranya dibidang pendidikan. Akibatnya dalam konteks pendidikan Indonesia juga mengalami transformasi pendidikan yang berdampak juga terhadap masyarakat sebagai pengguna layanan pendidikan. Pendidikan harus mampu melakukan transformasi yang dinamis seiring dengan perubahan tantangan zaman. Perubahan pola hidup akibat digitalisasi, Revolusi Industri 4.0, dan dinamika ekonomi global menuntut sistem pendidikan yang lebih fleksibel, inovatif, dan inklusif. Selain itu, kualitas pendidikan juga merupakan faktor utama dalam menentukan daya saing suatu negara di tingkat internasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan generasi yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sejarah dan Filsafat Pendidikan Islam Masa Abad Tengah (1250-1800 M) Muhamad Basuki Rahmat; M. Sugeng Solehuddin
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : CV Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jip.v2i1.1994

Abstract

Masa Pertengahan dalam Periodesasi Sejarah Islam merujuk pada masa eksistensi tiga kerajaan besar yakni Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Safawi di Persia dan Kerajaan Mughal di India. Tiga kerajaan pada masa pertengahan ini memberikan gambaran adanya pergeseran dominasi non arab pasca dominasi arab pada masa klasik. Pada artikel ini akan membahas tentang pendidikan pada masa abad pertengahan, dimana pada masa ini merupakan masa kemunduran dari zaman Islam klasik. Pada masa ini umat islam tidak lagi berada pada satu kesatuan politik, dimana umat islam sudah terpecah belah menjadi beberapa dinasti kecil yang menjadikan runtuhnya dominasi arab dalam kejayaan umat Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan pendidikan Islam pada masa abad pertengahan serta perkembangan filsuf muslim pada masa abad pertengahan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Perkembangan pendidikan yang sekarang ini berkembang tidak lepas dari perkembangan pendidikan yang telah dicapai pada masa lampau, tidak terkecuali dari hasil pendidikan pada masa abad pertengahan yaitu pada masa Kekhalifahan usmani, Safawi dan Mughal. Tiga kerajaan tersebut memberikan gambaran bagi kita bahwa perkembangan pendidikan Islam tidak lepas dari kebijakan yang telah dibuat oleh penguasa. Semakin tinggi dukungan dari penguasa dalam aspek pendidikan maka semakin tinggi pula perkembangan yang dicapai oleh sebuah kekhalifahan. Bisa dikatakan bahwa antara pendidikan Islam dan politik saling berkaitan dalam hal perkembangannya