Heri Gunawan
STIE Widyaswara Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Laporan Keuangan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Tahun 2022, 2023 dan 2024 Heri Gunawan; Zulsantoni; Sastria Nofrita; Fatma Yeni; Asmy Febry Tama
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 2 (2026): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i2.1051

Abstract

Keuangan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup perusahaan, begitupun dengan setiap individu yang ada di dalam perusahaan tersebut. Setiap perusahaan tentunya ingin mendapatkan hasil yang maksimal dari segi apapun, seperti halnya PT. Hanjaya Mandala sampoerna Tbk. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui kinerja keuangan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk periode 2022, 2023 dan 2024. (2) Mengetahui indikator rasio keuangan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan selama periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) Perhitungan current ratio, quick ratio dan cash ratio selama tahun 2022, 2023 dan 2024, menunjukan kinerja keuangan yang kurang baik karena rasio ini berada dibawah rata-rata industri. (2) perhitungan debt to asset ratio dan debt to equity ratio selama tahun 2022, 2023 dan 2024, menunjukan kinerja keuangan yang kurang baik karena rasio ini berada dibawah rata-rata industri. (3) perhitungan net profit margin, return on asset dan return on equity selama periode tahun 2022, 2023 dan 2024, menunjukan kinerja keuangan yang kurang baik karena rasio ini berada dibawah rata-rata industri. Dari hasil analisis laporan keuangan PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. tahun 2022, 2023 dan 2024 dapat diketahui bahwa seluruh rasio keuangan meliputi: rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas berada dibawah rata-rata industri menurut standar (kasmir 2019). Perlu diperhatikan bahwa standar dari (Kasmir 2019) bersifat umum dan tidak secara spesifik disesuaikan dengan karakteristik industri rokok di Indonesia, sehingga analisis lanjutan terhadap pesaing di industri yang sama dapat memberikan wawasan yang lebih menyeluruh.