Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ingesti Corpus Alienum pada Intestinum: Kajian Literatur Komperhensif dengan Ulasan Laporan Kasus Dewa Ngakan Nyoman Karyana Dewa Ngakan Nyoman Karyana; Ni Luh Putu Eka Widya Ananta Putri Ni Luh Putu Eka Widya Ananta Putri; Muthiah Rahmahdani Muthiah Rahmahdani; Farhan Aqil Putra Hermawan Farhan Aqil Putra Hermawan; Baiq Afra Nurfadilah Baiq Afra Nurfadilah; Danda Ananda Danda Ananda; Nurhidayati Nurhidayati Nurhidayati Nurhidayati
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2026): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/3nw9he58

Abstract

Pendahuluan: Benda asing pada saluran cerna (intestinal foreign bodies) merupakan kondisi medis penting yang dapat menimbulkan komplikasi serius seperti obstruksi, perforasi, perdarahan, hingga peritonitis. Kasus ini sering terjadi pada anak-anak dan kelompok risiko khusus, dengan lokasi impaksi biasanya di usus halus dan usus besar tergantung karakteristik benda asing dan anatomi saluran cerna. Tujuan: Untuk menelaah secara komprehensif mengenai definisi, epidemiologi, faktor risiko, patofisiologi, manifestasi klinis, diagnosis, tata laksana, komplikasi, dan prognosis kasus benda asing yang mencapai intestinum.. Metode: Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Artikel diperoleh dari PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “ingested foreign body”, “intestinal foreign body”, “gastrointestinal obstruction”, dan “foreign body ingestion”. Kriteria inklusi adalah artikel full-text dan buku berbahasa Indonesia atau Inggris yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2015–2025). Hasil: Sebagian besar benda asing (80–90%) melewati usus spontan, 10–20% memerlukan endoskopi, dan <1% operasi darurat. Faktor risiko meliputi anak <6 tahun, lansia dengan gangguan menelan, gangguan psikiatri, perilaku pica, dan lingkungan tertentu. Diagnosis dilakukan melalui anamnesis, radiografi, CT scan, dan endoskopi. Komplikasi meliputi iskemia, perforasi, peritonitis, sepsis, dan gangguan elektrolit, dengan prognosis bergantung pada durasi impaksi, karakter benda, lokasi, dan kecepatan intervensi. Kesimpulan: Deteksi dini dan manajemen tepat benda asing pada intestinum sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas. Pendekatan konservatif, endoskopi, maupun bedah dipilih sesuai karakteristik benda asing dan kondisi pasien.