Clara Hotma Uli.S
Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Perikanan Dalam Konsep Ekowisata Desa Wisata Nyarai Clara Hotma Uli.S; Muhammad Fadhli
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1396

Abstract

Desa Wisata Nyarai, Nagari Salibutan, Kabupaten Padang Pariaman merupakan destinasi ekowisata berbasis masyarakat yang memanfaatkan potensi perikanan air tawar melalui sistem ikan larangan sebagai bentuk kearifan lokal. Sistem ini berfungsi menjaga kelestarian sumber daya ikan sekaligus menjadi daya tarik wisata. Namun, pengelolaannya masih menghadapi tantangan berupa ancaman penangkapan ikan secara ilegal, keterbatasan fasilitas, dan dampak bencana alam terhadap keberlanjutan kawasan wisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan perikanan melalui sistem ikan larangan dalam konsep ekowisata, penerapan prinsip-prinsip ekowisata, serta dampak pengelolaan perikanan terhadap aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Wali Nagari, pengelola Desa Wisata Nyarai, Ninik Mamak, masyarakat lokal, dan wisatawan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diperkuat dengan analisis menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan perikanan di Desa Wisata Nyarai menerapkan pendekatan Ecosystem-Based Fisheries Management (EBFM) dan Community-Based Fisheries Management (CBFM) melalui konservasi ekosistem sungai, pengelolaan berbasis musyawarah, serta partisipasi masyarakat. Prinsip-prinsip ekowisata telah diterapkan melalui konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan, dan pendidikan lingkungan. Pengelolaan tersebut memberikan dampak positif terhadap kelestarian ekosistem, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan partisipasi masyarakat, serta pelestarian tradisi adat buka lubuk sebagai identitas budaya Nagari Salibutan.