Pertunjukan musik merupakan salah satu wadah utama untuk merepresentasikan dan mengkomunikasikan sebuah karya musik kepada publik pendengar. Proses tersebut menuntut penggarapan yang mendalam terhadap karya musik yang dipresentasikan. Selain berfokus pada karya, latihan teknik dalam penguasaan instrumen juga sangat dibutuhkan untuk menunjang sebuah pertunjukan yang sempurna. Pertunjukan dan penulisan skeipsi ini bertujuan untuk, interpretasidan mengekspresikan karya, dan unsur musikal lainnya hingga pada akhirnya mengaplikasikannya dalam bentuk pertunjukan violin solis melalui tiga repertoar yang beragam. Adapun ketiga repertoar yang penyaji pertunjukan yaitu: Repertoar pertama berasal dari era romantik (1868) dengan judul “Concerto 1 in A Minor” oleh Jean-Baptiste Accolay, Repertoar kedua berasal dari melayu daerah bengkulu dengan judul “Kepahiang Kota Tersayang”, dan Repertoar ketiga sebagai penutup pertunjukan merupakan sebuah lagu dari grup musik Romeo (1999) yang berjudul “Bunga Terakhir”. Penguasaan teknik permainan Violin yang komprehensif menjadi elemen penting dalam repertoar serta mewujudkan interpretasi musikal yang optimal di tengah keragaman gaya dan genre musik yang dihadirkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode rekonstruksi kreatif sebagai strategi pengolahan dan penulisan data artistik. Hasil pertunjukan musik menunjukkan bahwa violin solis berhasil menampilkan interpretasi dan ekspresi musikal secara optimal selama proses pertunjukan. Interpretasi terhadap karya mampu diwujudkan sesuai dengan karakter, gaya, dan maksud komposer melalui penerapan tempo, dinamika, artikulasi, serta penguasaan teknik permainan biola yang baik.