Pipit Wijayanti
Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Resiliensi Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Pandemi Covid-19 di Kecamatan Wonosobo Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 Sayudin Sayudin; Pipit Wijayanti; Rahning Utomowati
GEADIDAKTIKA Vol 5, No 1 (2025): Geadidaktika Januari 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v5i1.69795

Abstract

Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang rentan terjadi penularan virus Covid-19. Peningkatan resiliensi perlu dilakukan untuk menekan tingkat kerentanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1). Menganalisis tingkat kerentanan penyebaran bencana Pandemi Covid-19 di Kecamatan Wonosobo 2). Menganalisis tingkat resiliensi masyarakat terhadap bencana Pandemi Covid-19, 3). Menganalisis hubungan antara tingkat kerentanan penyebaran bencana Pandemi Covid-19 terhadap tingkat resiliensi masyarakat di Kecamatan Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metodes deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan keruangan. Penelitian ini menerapkan teknik surve untuk memperoleh data. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, dan kajian dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan 1). Tingkat kerentanan penyebaran virus Covid-19 di dikategorikan menjadi dua yaitu kerentanan tinggi dan tingkat kerentanan sedang, (2). Tingkat resiliensi masyarakat dikategorikan menjadi dua yaitu tingkat resiliensi sedang dan tingkat resilensi tinggi (3). Perbedaan penilaian pada setiap indikator penentu resiliensi akan menghasilkan pengurangan kerentanan penyebaran virus Covid-19 yang berbeda pula pada setiap wilayah.
Dampak Abrasi Terhadap Lingkungan Fisik, Sosial – Ekonomi di Pesisir Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Nazla Safa Dimaya; Pipit Wijayanti
GEADIDAKTIKA Vol 5, No 1 (2025): Geadidaktika Januari 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/gea.v5i1.93371

Abstract

Perubahan garis pantai telah menjadi masalah besar bagi manusia. Di Jawa Tengah, luasan abrasi sudah mencapai 5.500 Ha yang tersebar di 10 Kabupaten/kota. Kabupaten Kendal mengalami abrasi seluas 799 Ha. Abrasi Kabupaten Kendal termasuk kategori kelas bahaya tinggi. Kecamatan Patebon mengalami abrasi di empat desa pesisir yaitu desa Wonosari, Kartikajaya, Pidodo Kulon dan Pidodo Wetan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak abrasi dan bagaimana adaptasi yang dilakukan untuk menghadapi abrasi di Kecamatan Patebon. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan keruangan (spatial approach). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah dampak abrasi di pesisir Kecamatan Patebon yang meliputi dampak fisik abrasi menyebabkan kerusakan insfrastruktur, jalan dan bangunan, abrasi juga merusak kawasan hutan mangrove dan mengikis daratan wilayah pesisir. Abrasi juga berdampak buruk pada kelangsungan kehidupan sosial – ekonomi masyarakat pesisir Kecamatan Patebon. 
ANALISIS STRATEGI MITIGASI BENCANA BANJIR ROB DI PESISIR KABUPATEN KENDAL TERHADAP INDEKS KERENTANAN PESISIR (CVI) TAHUN 2024 Dhimas Rizkhy Pratama; Pipit Wijayanti; Chatarina Muryani
INDONESIAN JOURNAL OF ENVIRONMENT AND DISASTER Vol. 4 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Environment and Disaster
Publisher : Disaster Research Center, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jm031719

Abstract

The rise in sea levels due to ice melting in the Antarctic region increases the risk of tidal flooding, particularly in coastal areas with low-lying topography, such as the northern coast of Java. Kendal Regency is one of the regions vulnerable to this disaster. Therefore, this study aims to (1) analyze the level of coastal vulnerability to tidal flooding in Kendal Regency using the Coastal Vulnerability Index (CVI) in 2024 and (2) formulate mitigation strategies to reduce vulnerability to tidal flooding in Kendal Regency in 2024.The CVI assessment in this study is based on several key parameters, including geomorphology, shoreline changes, land elevation, beach slope, sea level rise, average tidal range, and wave height. The sampling technique was conducted using purposive sampling by selecting sub-districts in coastal Kendal that are affected by tidal flooding. Data collection methods included field observations, image interpretation, and documentation. The mitigation strategy formulation method focuses on parameters that significantly contribute to the vulnerability level in each coastal sub-district. The research findings indicate that (1) the coastal areas of Kendal Regency have varying levels of vulnerability, classified as low and moderate. The low vulnerability category is found in Kangkung, Cepiring, and Brangsong sub-districts, while the moderate category includes Rowosari, Patebon, Kendal, and Kaliwungu sub-districts. (2) The mitigation strategies for the coastal areas of Kendal Regency consist of structural and non-structural approaches. Structural mitigation includes beach reclamation, beach restoration, seawall construction, mangrove planting, polder and retention pond development, breakwater construction, and elevation of houses near the coastline. Meanwhile, non-structural mitigation involves public education and awareness programs (educational campaigns and emergency response training), capacity building for local authorities, and the implementation of an early warning system.