Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Sosial Ekologi di Kawasan Rob: Dinamika Perubahan Lanskap dan Adaptasi Masyarakat di Dusun Simonet Salim Said
E-Jurnal Kajen Vol 10 No 01 (2026): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv100105

Abstract

Fenomena rob yang terus menerus menenggelamkan kawasan pesisir telah memicu perubahan sosial-ekologis yang signifikan di berbagai wilayah, termasuk Dusun Simonet di Kabupaten Pekalongan. Kawasan ini mengalami abrasi sejak 2005 dan rob intensif sejak 2015, yang mengakibatkan menyusutnya lahan, rusaknya infrastruktur, dan berkurangnya jumlah penduduk secara drastis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan lanskap serta bentuk adaptasi dan kebertahanan masyarakat dalam menghadapi tekanan lingkungan yang ekstrem. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, serta analisis tematik terhadap data kualitatif yang diperkuat dengan peta kondisi wilayah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rob di Dusun Simonet memiliki pola genangan yang rutin mengikuti pasang-surut harian, dengan durasi genangan sepanjang malam hingga dini hari. Degradasi lahan terjadi secara progresif, menghilangkan akses darat dan memaksa masyarakat bergantung pada perahu sebagai moda utama. Kebertahanan sosial terbentuk melalui solidaritas, hubungan kekerabatan, dan pengalaman tinggal yang panjang, sementara kebertahanan ekonomi ditopang oleh aktivitas nelayan dan pekerjaan sampingan akibat hilangnya tambak. Adaptasi fisik dilakukan dengan meninggikan rumah, membuat tanggul, serta memindahkan barang ke tempat lebih aman, sedangkan adaptasi lingkungan muncul dalam bentuk pengungsian saat rob ekstrem. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi sosial-ekologis di kawasan rob menghasilkan bentuk adaptasi yang kompleks dan berjenjang. Temuan ini berimplikasi pada perlunya kebijakan relokasi bertahap, peningkatan infrastruktur adaptif, serta program pemberdayaan ekonomi pesisir untuk memperkuat ketahanan masyarakat.