Xavercius Cezar Pratama
Study Program of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University, Jl. Agatis, IPB Dramaga Campus, Bogor 16680, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUATION OF NUSANTARA 3 REMOTELY OPERATED VEHICLE (N3-ROV) SPECIAL REPORT OF PERFORMANCE AND STABILITY IN VARIOUS WATER CONDITIONS: EVALUASI KINERJA DAN STABILITAS NAVIGASI NUSANTARA 3 REMOTELY OPERATED VEHICLE (N3-ROV) DALAM LINGKUNGAN PERAIRAN BERBEDA Xavercius Cezar Pratama; Indra Jaya; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 2 (2025): MAY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.160-172

Abstract

Sumber daya laut yang luas memerlukan observasi dan eksplorasi bawah air, tetapi metode konvensional penyelaman memiliki banyak risiko. Oleh karena itu, pengembangan teknologi bawah air seperti Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) sangat penting untuk mengurangi risiko. Namun, lingkungan bawah air yang tidak terduga memerlukan pengujian kinerja ROV sebelum digunakan secara optimal. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini untuk menguji kinerja N3-ROV, mengetahui spesifikasi khususnya, serta merancang sistem kendali dan akuisisi video agar dapat menjadi alternatif untuk observasi dan eksplorasi bawah air. N3-ROV memiliki dimensi 61x65x34 cm, berat total 13 kg dengan daya apung sebesar 128,4 kg.m/s2 dengan kendali di permukaan menggunakan gamepad yang terhubung ke laptop. Uji kinerja dilakukan pada dua lingkungan yang berbeda, lingkungan kolam dan lingkungan lapang. N3-ROV memiliki pergerakan lurus pada lingkungan kolam dengan error sebesar 0° dan pada lingkungan lapang sebesar 1,7° dengan kecepatan berturut-turut 76,6 cm/s dan 77,2 cm/s. Gerak turun pada kedua lingkungan berbeda dimana pada lingkungan kolam gerak turun memiliki delay dan error berturut-turut sebesar 9,7 detik dan 94,1° dibandingkan dengan lingkungan lapang 3,9 detik dan 48,8°. Delay dan error pada gerak berbelok di lingkungan kolam lebih tinggi dibandingkan lingkungan laut. Gerak gliding pada lingkungan kolam memiliki kecepatan surfacing yang lebih lambat dibandingkan dengan lingkungan lapang.