Fika Dewi Pratiwi
Study Program of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Marine Sciences, Bangka Belitung University, Jl. Kampus Terpadu, Balunijuk, Bangka, Bangka Belitung 33172, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUATION OF CHITOSAN QUALITY FROM SHRIMP, CRAB, AND BLUE SWIMMING CRAB WASTE: YIELD, WATER CONTENT, AND DEGREE OF DEACETYLATION: EVALUASI KUALITAS KITOSAN DARI LIMBAH UDANG, KEPITING, DAN RAJUNGAN: RENDEMEN, KADAR AIR, DAN DERAJAT DEASETILASI Fika Dewi Pratiwi; Hartoyo Notonegoro; Denny Syaputra
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 3 (2025): AUGUST 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.294-301

Abstract

Cangkang kepiting, rajungan, dan udang vannamei merupakan limbah krustasea yang belum dimanfaatkan secara optimal di Pulau Bangka dan berpotensi mencemari lingkungan. Konversi biomassa dari limbah ini menjadi kitosan mendukung prinsip ekonomi sirkular. Penelitian ini mengevaluasi kualitas kitosan yang dihasilkan dari limbah krustasea berdasarkan rendemen, kadar air, dan derajat deasetilasi (DD), serta membandingkan dua metode berbasis FTIR untuk estimasi DD menggunakan rasio pita spektral A1320/A1420 dan A1655/A3450. Limbah cangkang (masing-masing 100 g) diproses melalui tahap demineralisasi (HCl 1,5 M), deproteinasi (NaOH 3,5%), dan deasetilasi (NaOH 60%) dengan dua ulangan per jenis. Hasil rendemen kitosan berturut-turut adalah 4,0% ± 0,5 (kepiting), 8,7% ± 0,5 (udang), dan 12,4% ± 0,9 (rajungan). Kadar air masih berada dalam batas SNI 7949:2013 (<12%), yaitu 6,4% ± 2,0, 10,7% ± 2,7, dan 6,3% ± 0,6. Berdasarkan rasio A1320/A1420, nilai DD masing-masing adalah 86,8% ± 0,4, 84,4% ± 0,1, dan 95,3% ± 2,5, seluruhnya melampaui standar minimum 75%. Sebaliknya, metode A1655/A3450 menghasilkan nilai DD jauh lebih rendah (<75%). Temuan ini menunjukkan bahwa limbah cangkang krustasea lokal memiliki potensi kuat sebagai sumber kitosan berkualitas tinggi. FTIR merupakan metode praktis untuk estimasi DD, namun tetap perlu divalidasi lebih lanjut, terutama dengan metode standar seperti ¹H-NMR.