Lele merupakan ikan air tawar yang paling banyak dibudidayakan di Provinsi Lampung sehingga berpotensi besar sebagai bahan baku usaha pengolahan yang dimanfaatkan oleh UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) Mina Nusantara di Kota Bandar Lampung sebagai daerah dengan kontribusi PDRB (produk domestik regional bruto) tertinggi dari sektor industri pengolahan. UMKM Mina Nusantara masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan usaha, permodalan, pemasaran, dan strategi pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha dan merumuskan strategi pengembangan usaha ikan lele asap Mina Nusantara. Metode analisis kelayakan usaha menggunakan perhitungan net present value (NPV), internal rate of return (IRR), net benefit cost (B/C) ratio, gross benefit cost (B/C) ratio, dan payback period (PP). Strategi pengembangan dilakukan melalui analisis faktor internal dan eksternal menggunakan matriks IFE dan EFE, dilanjutkan dengan pemetaan posisi usaha melalui matriks IE, perumusan strategi dengan SWOT, serta penentuan prioritas strategi menggunakan QSPM. Hasil analisis kelayakan menunjukkan usaha ikan lele asap Mina Nusantara layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan. Hasil analisis kelayakan usaha menghasilkan nilai NPV Rp294.327.358, IRR 58,75%, gross B/C ratio 1,22, net B/C ratio 2,85, dan payback period selama satu tahun lima bulan. Implementasi strategi pengembangan usaha Mina Nusantara yang paling efektif adalah memperkuat sistem pembukuan dan administrasi serta mengembangkan kemampuan SDM (sumber daya manusia) dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung akses pembiayaan dan meningkatkan kinerja usaha, memperkuat kerja sama serta memperluas jaringan pemasok.