Nur Aji Wibowo Nur Aji Wibowo
Program Studi Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Investigasi Pengaruh Jarak Celah Sinapsis dengan menggunakan Metode Monte Carlo: Eklesias Donesi Andresta, Nur Aji Wibowo, Adita Sutresno Eklesias Donesi Andresta Eklesias Donesi Andresta; Nur Aji Wibowo Nur Aji Wibowo; Adita Sutresno Adita Sutresno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16 No 3 (2020): October 2020 Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v16i3.5095

Abstract

Neurons in the human brain are interconnected and influence each other. Signal integration in brain is determined by the size and the fast synapses response kinetics. This research aims to study the effect of synaptic cleft distance on signaling through a diffusion process using the Monte Carlo Cell simulation program. This research is important to investigate the diffusion process in the body related to the effect of diffusion on signaling if the cleft, area, and concentration are varied. MCell is a probabilistic simulation which a solution of a problem is given based on the probability calculation process. This study uses modeling 3 spherical compartments representing pre-synapses, post-synapses, and neurons as the outer boundary of synapses and as a cleft between pre-synapses and post-synapses. The simulation results showed that the effect of change in the cleft distance on molecular distribution was 98,86%. The narrower size of the cleft distance causes faster molecular distribution. The broader the receptor area (6;12;18;24) causes the molecules to be distributed to increase ((1661;2173;2249;2264)moles). An increase in the amount of concentration (2000;4000;6000;8000) also makes the diffusion rate faster ((1380;2806.25;4203.75;5565)moles/s). The faster the diffusion rate indicates that the signaling process is getting faster.
Perbandingan Pengaruh Redaman Gilbert dan Ketebalan Bahan Terhadap Perubahan Dinamika Magnetisasi pada Nanodot Pt/MnSb dan CoFeAl: Ivana Helga Iriani, Andreas Setiawan, Nur Aji Wibowo Ivana Helga Iriani Ivana Helga Iriani; Andreas Setiawan Andreas Setiawan; Nur Aji Wibowo Nur Aji Wibowo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16 No 3 (2020): October 2020 Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v16i3.5460

Abstract

Penelitian ini menyajikan perbandingan pengaruh redaman Gilbert dan ketebalan nanodot terhadap dinamika magnetisasi dari Pt/MnSb dan CoFeAl dengan menyelesaikan persamaan Landau-Lifshift Gilbert menggunakan Simulator Mikromagnetik. Parameter magnetik yang digunakan dalam penelitian ini mewakili karakteristik Pt/MnSb dan CoFeAl dengan variasi redaman Gilbert 0,4 – 0,9. Kedua bahan dimodelkan dalam bentuk balok dengan ukuran permukaan 50×50 nm2 dan dengan variasi ketebalan 5 – 100 nm. Skema simulasi yang digunakan adalah Reduced Barrier Writing dimana sampel berada pada suhu ruang 298 K sembari diinduksi dengan medan magnetik eksternal yang besarnya meningkat dari 0 hingga 2 Tesla selama 2,5 ns. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pt/MnSb dan CoFeAl memiliki kestabilan termal yang baik untuk berbagai nilai redaman Gilbert dan variasi ketebalan yang dipakai (>60 kBT). Peningkatan redaman Gilbert memperbesar nilai medan nukleasi kedua bahan. Medan nukleasi meningkat pada ketebalan 5 – 35 nm namun menurun pada ketebalan 40 – 100 nm. Penguatan redaman Gilbert menyebabkan perbesaran nilai medan koersif bahan CoFeAl dan penurunan untuk bahan Pt/MnSb. Sementara itu, mempertebal bahan menyebabkan peningkatan medan koersif pada ketebalan 5 – 35 nm dan penurunan pada ketebalan 40 – 100 nm. Laju magnetisasi kedua jenis bahan semakin cepat seiring menguatnya nilai redaman Gilbert dan melambat seiring meningkatnya ketebalan.