Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH GREEN ACCOUNTING, ENVIROMENTAL PERFORMANCE, DAN ESG DISCLOSURE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA Pinia Tri Rahma; Jeni Wandira Manullang wandira; Jedli Saputra; Yusmaniarti Yusmaniarti
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v3i4.3723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green accounting, environmental performance, dan ESG disclosure terhadap nilai perusahaan manufaktur di Indonesia berdasarkan hasil penelitian terdahulu serta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antarvariabel tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data penelitian diperoleh dari artikel ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2021–2025 melalui database Google Scholar, Garuda, serta jurnal nasional dan internasional yang relevan. Proses seleksi dilakukan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 13 artikel yang memenuhi syarat untuk dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyimpulkan green accounting berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan melalui peningkatan transparansi, reputasi, dan kepercayaan investor. Environmental performance yang baik juga cenderung meningkatkan nilai perusahaan karena mencerminkan kepatuhan terhadap pengelolaan lingkungan, memperkuat legitimasi perusahaan, dan meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan. Selain itu, ESG disclosure memberikan sinyal positif kepada investor melalui peningkatan transparansi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan sehingga berpotensi meningkatkan nilai perusahaan, meskipun beberapa penelitian masih menemukan hasil yang belum konsisten akibat perbedaan karakteristik perusahaan, periode penelitian, dan indikator pengukuran yang digunakan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa penerapan green accounting, environmental performance, dan ESG disclosure merupakan faktor penting dalam meningkatkan nilai perusahaan manufaktur di Indonesia, meskipun efektivitas pengaruhnya dipengaruhi oleh kondisi perusahaan, karakteristik industri, serta persepsi investor terhadap praktik keberlanjutan.
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU INVESTASI INVESTOR RITAL DI INDONESIA Jedli Saputra; Risti Ayu Mawarni; Rapi Pajri
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/joieaf.v2i2.3319

Abstract

ABSTRAC This study aims to identify the influence of social media on the investment behavior of retail investors in Indonesia. The rapid growth of digital platforms such as Instagram, YouTube, TikTok, X (Twitter), Telegram, and WhatsApp has positioned social media as an easily accessible and highly influential source of financial information. The findings indicate that digital exposure shapes risk perception, generates market sentiment, and triggers behavioral biases such as herding, overconfidence, and Fear of Missing Out (FOMO). Financial influencers and online investment communities also play a significant role in shaping investor preferences and decision-making. Overall, social media functions as a key factor affecting investment behavior in the digital era, emphasizing the need for improved financial literacy and stronger information regulation to support more objective and well-informed investment decisions. Keywords : Social media; Retail investors; Investment behavior; Herding; Overconfidence; FOMO; Financial influencers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh media sosial terhadap perilaku investasi investor ritel di Indonesia. Perkembangan platform digital seperti Instagram, YouTube, TikTok, X (Twitter), Telegram, dan WhatsApp telah menjadikan media sosial sebagai sumber informasi keuangan yang mudah diakses dan sangat berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan informasi digital mampu membentuk persepsi risiko, memunculkan sentimen pasar, serta mendorong munculnya perilaku irasional seperti herding, overconfidence, dan Fear of Missing Out (FOMO). Selain itu, figur finfluencer dan komunitas investasi daring berperan besar dalam membentuk preferensi dan keputusan investor ritel. Secara keseluruhan, media sosial berfungsi sebagai faktor penting yang memengaruhi perilaku investasi di era digital, sehingga diperlukan peningkatan literasi keuangan serta regulasi informasi untuk mendukung keputusan investasi yang lebih objektif dan terinformasi. Kata Kunci : Media sosial; Investor ritel; Perilaku investasi; Herding; Overconfidence; FOMO; Finfluencer.