Suparti Suparti
Universitas Selamat Sri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Buku Ilustrasi ‘Teman Baru Di Taman Kota’ Sebagai Upaya Membangun Rasa Empati Pada Anak Usia 5 – 6 Tahun Isnaeni Yasmin Nurlaila; Suparti Suparti
Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Teknik Informatika dan Desain Komunikasi Visual
Publisher : Fakultas Komputer Dan Desain

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/jtd.v5i1.02

Abstract

Perancangan Buku ilustrasi “Teman Baru Di Taman Kota”dibuat sebagai upaya agar dapat membangun rasa empati pada anak usia 5-6 Tahun. Anak-anak pada usia tersebut sedang berada dalam tahap penting perkembangan sosial dan emosional, namun masih sering mengalami kesulitan dalam memahami perasaan orang lain. Melalui ilustrasi yang ekspresif dan cerita sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini dirancang untuk membantu anak mengenal nilai kepedulian, keberanian bersosialisasi, dan pentingnya berteman. Proses perancangan meliputi penjaringan ide cerita, pengembangan karakter, storyboard, hingga finalisasi ilustrasi digital dengan gaya visual anime/manga yang ramah anak. Hasil perancangan ini diwujudkan dalam bentuk buku ilustrasi berukuran 21,5 x 20 cm dengan narasi ringan dan visual yang penuh warna. Karya ini diharapkan dapat menjadi media bantu dalam menanamkan nilai empati secara menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak-anak.  
Reorientasi Paradigma Pendidikan Seni melalui Etnopedagogi Wayang Bocah Timur Suparti Suparti
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 12 No 3 (2026): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v12i3.2429

Abstract

Art education in Indonesia faces challenges stemming from globalization, digitalization, and a learning orientation that prioritizes technical competence over the strengthening of cultural functions which serve as the foundation for shaping students' character and identity. This article aims to analyze the reorientation of the art education paradigm through an ethnopedagogical approach, utilizing Wayang Bocah (children's wayang performance) as a model for contextual, culture-based learning. The study employs a qualitative approach with a critical literature review design, systematically examining relevant scholarly articles, academic books, policy documents, and research findings; these were analyzed using a critical-hermeneutic approach involving stages of reduction, interpretation, comparison, and conceptual synthesis. The results indicate that this paradigm reorientation positions culture as the epistemological foundation of learning across four key dimensions: education as cultural praxis, the strengthening of transformative ethnopedagogy, the development of cultural sustainability and creative agency, and the implementation of community-based and cultural-project-based learning. Wayang Bocah functions not merely as a medium for preserving traditional art but also as a pedagogical practice that integrates character building, cultural literacy, creativity, collaboration, and 21st-century competencies within a single learning ecosystem. These findings offer a conceptual framework for developing culture-based art education that is more contextual, participatory, and sustainable, thereby strengthening the relevance of art education in Indonesia amidst the dynamics of global society.