Denok Setiawati
Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN KONSELING KELOMPOK TEKNIK SELF MANAGEMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMK Ferrarisa Intan; Denok Setiawati
Journal of Education and Teaching Learning Vol 8 No 1 (2026): Journal of Education and Teaching Learning (JETL)
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jetl.v8i1.3340

Abstract

Motivasi belajar ialah suatu komponen yang berfungsi krusial dalam menunjang keberhasilan siswa selama menjalani tahapan pembelajaran. Tingkat motivasi yang dimiliki siswa dapat memengaruhi partisipasi, ketekunan, serta kesungguhan mereka dalam mencapai tujuan belajar. Penelitian ini bertujuan guna mengkaji dampak penerapan layanan konseling kelompok teknik self management atas pertumbuhan motivasi belajar siswa kelas XI di SMKN 13 Surabaya. Studi ini memakai kuantitatif lewat pendekatan pre-experimental design dengan jenis One-Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian terdiri atas lima orang siswa yang dipilih lewat teknik purposive sampling berlandaskan syarat khousus yang selaras dengan tujuan penelitian. Penghimpunan data dilaksanakan dengan memakai angket motivasi belajar dengan 1 butir pernyataan yang teruji validitas dan reabilitas. Teknik analisis data memakai teknik analisis statistic parametrik Paired Sample-Test guna memahami perbedaan skor motivasi belajar sebelum dan juga setelah pemberian perlakuan. Hasil penelitian memperlihatkan terdapat pertumbuhan motivasi belajar siswa sesudah menjalani layanan konseling kelompok teknik self management. kondisi tersebut tercermin oleh meningkatnya nilai rata-rata skor motivasi belajar 46,80 pada saat pretest menjadi 67,40 pada saat posttest. Lebih lanjut, hasil analisis memanfaatkan uji Paired Sample t-Test memperlihatkan nilai signifikansi sebesar 0,0001, yang berada di bawah taraf signifikansi yang ditetapkan, yaitu 0,05. Temuan tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan konseling kelompok teknik self management. Maka dari itu, bisa ditarik kesimpulan jika layanan konseling kelompok teknik self management efektif dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Penerapan Teknik Problem Based Learning dalam Bimbingan Kelompok Terhadap Regulasi Emosi Siswa SMA Salsabila Firanandy Sanhaji; Denok Setiawati
Continuous Education: Journal of Science and Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/ce.v7i1.3287

Abstract

Kemampuan mengendalikan emosi merupakan kompetensi yang dihargai pada masa remaja yang seharusnya dimiliki seorang anak untuk menghadapi konteks pendidikan dan sosial yang sulit. Pengendalian emosi siswa SMA dapat menyebabkan sejumlah masalah psikologis, berkurangnya interaksi sosial adaptif, dan terganggunya interaksi pembelajaran. Penelitian ini akan dilakukan untuk menetapkan tingkat keberhasilan penggunaan teknik pembelajaran berbasis masalah (PBL) dalam layanan bimbingan kelompok dengan tujuan meningkatkan keterampilan regulasi emosi pada siswa SMA. Metodologi penelitian kuantitatif dirumuskan pada penelitian pra-eksperimental yang terdiri dari satu kelompok pretest-posttest. Responden adalah delapan siswa SMAN 3 Sidoarjo kelas XI-F2/XI-F12 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner regulasi emosi yang validitas dan reliabilitasnya telah ditentukan sebelumnya. Uji t sampel berpasangan digunakan sebagai analisis data. Menurut hasil penelitian, skor regulasi emosi siswa yang telah diberikan layanan bimbingan kelompok berbasis masalah meningkat secara signifikan. Nilai rata-rata pretest 33,4 meningkat menjadi posttest 67,375 dengan nilai signifikansi p = 0,05. Temuan menunjukkan bahwa layanan instruksi kelompok berbasis metode pembelajaran berbasis masalah dapat diterapkan secara sukses untuk meningkatkan keterampilan pengaturan emosi siswa, terutama penerimaan emosi, pengendalian respons emosi, dan penerapan strategi pengaturan emosi. Oleh karena itu, pembelajaran berbasis masalah selama bimbingan kelompok dapat menjadi intervensi alternatif yang bermanfaat untuk membantu kelompok siswa sekolah menengah dalam perkembangan sosial-emosional mereka.