Tika Rahmawati
Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Universitas Malahayati, Bandar Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN ESG DALAM SISTEM EKONOMI MODERN Hardini Ariningrum; Elsa Fitriandini; Choirunnisa Ramadhani; Tika Rahmawati
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9284

Abstract

ABSTRACT The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has driven significant transformations in accounting systems, particularly in supporting sustainability reporting based on Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. However, comprehensive studies that examine the integration of AI and ESG within the context of modern accounting systems remain relatively limited. This study aims to analyze the forms of AI–ESG integration in modern accounting systems and to assess their role in enhancing the quality of corporate sustainability reporting. The study employs a qualitative descriptive approach using a literature review method, analyzing 20 peer-reviewed journal articles published between 2021 and 2025. The literature was sourced from multiple academic databases, including Google Scholar, ScienceDirect, SSRN, and ResearchGate, to ensure comprehensive coverage of relevant studies. Data were analyzed using content analysis, with research findings categorized into key thematic areas related to the application of AI in ESG reporting, carbon and environmental accounting, as well as AI governance and ethical considerations. The results indicate that the integration of AI into accounting systems contributes to improved reporting efficiency, enhanced accuracy and timeliness of sustainability data, and greater transparency of ESG information through automated data collection and processing, risk analysis, and decision-support mechanisms. This study concludes that the integration of AI and ESG expands the role of accounting systems from traditional financial record-keeping tools to strategic instruments that support corporate accountability and long-term sustainability. ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong transformasi signifikan dalam sistem akuntansi, khususnya dalam mendukung pelaporan keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Meskipun demikian, kajian yang membahas integrasi AI dan ESG secara komprehensif dalam konteks sistem akuntansi modern masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk integrasi AI dan ESG dalam sistem akuntansi modern serta perannya dalam meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka (literature review) terhadap 20 artikel jurnal ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Sumber literatur diperoleh dari berbagai basis data akademik, meliputi Google Scholar, ScienceDirect, SSRN, dan ResearchGate, guna memastikan keluasan dan kedalaman kajian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) dengan mengelompokkan temuan penelitian ke dalam tema-tema utama terkait penerapan AI dalam pelaporan ESG, akuntansi karbon, serta tata kelola dan etika AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam sistem akuntansi berkontribusi pada peningkatan efisiensi proses pelaporan, akurasi dan ketepatan waktu data keberlanjutan, serta transparansi informasi ESG melalui otomatisasi pengumpulan dan pengolahan data, analisis risiko, dan dukungan pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dan ESG memperluas peran sistem akuntansi dari sekadar alat pencatatan keuangan menjadi instrumen strategis dalam mendukung akuntabilitas dan keberlanjutan perusahaan.
PENINGKATAN DAYA SAING UMKM MELALUI DIGITALISASI PEMASARAN PRODUK PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK Mulyani Mulyani; Riska Nadya Sari; Selpiana Selpiana; Tarisa Oktavia; Tika Rahmawati
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8201

Abstract

ABSTRACT The development of digital technology encourages micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to adopt social media–based marketing strategies in order to enhance business visibility and competitiveness. However, many traditional MSMEs still face limitations in digital literacy and remain dependent on conventional marketing practices, as experienced by UD Sumber Genteng. This community service activity focuses on strengthening the partner’s digital capacity through mentoring in the use of the TikTok platform as a product promotion medium. The stages of the activity include identifying the partner’s needs, mentoring in the establishment of a digital identity, training in content planning and production that highlights the roof tile manufacturing process, and an initial evaluation of the partner’s readiness to manage digital marketing independently. The results indicate an improvement in the partner’s understanding of the importance of digital identity, enhanced ability to develop more targeted and authentic promotional content, and initial readiness to implement social media–based marketing strategies in a sustainable manner. This activity concludes that optimizing TikTok as a marketing medium has the potential to expand market reach and improve the competitiveness of traditional MSMEs, provided it is supported by continuous mentoring and consistency in digital content management. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengadopsi strategi pemasaran berbasis media sosial guna meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha. Namun, sebagian UMKM tradisional masih menghadapi keterbatasan literasi digital dan ketergantungan pada pola pemasaran konvensional, sebagaimana dialami oleh UD Sumber Genteng. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada peningkatan kapasitas digital mitra melalui pendampingan pemanfaatan platform TikTok sebagai sarana promosi produk. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, pendampingan pembentukan identitas digital, pelatihan perencanaan dan produksi konten yang menonjolkan proses pembuatan genteng, serta evaluasi awal kesiapan mitra dalam mengelola pemasaran digital secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap pentingnya identitas digital, kemampuan menyusun konten promosi yang lebih terarah dan autentik, serta kesiapan awal dalam menerapkan pemasaran berbasis media sosial secara berkelanjutan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa optimalisasi TikTok sebagai media pemasaran berpotensi memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM tradisional apabila didukung oleh pendampingan berkelanjutan serta konsistensi dalam pengelolaan konten digital.