Construction projects require integrated cost and schedule control to avoid cost overruns and completion delays. This study analyzes the cost and time performance of the Dormitory Building Construction Project at Campus C, Universitas Airlangga, which underwent two Contract Change Orders (CCOs) triggered by additional work volume and delayed material arrivals on site. A descriptive quantitative method was applied using the Earned Value Management (EVM) approach, drawing on primary data from interviews and secondary data including the budget plan, S-curve schedule, and actual cost reports, which were then cross-checked using Microsoft Project. The findings show that during the initial planning stage, work progressed on schedule or even slightly ahead of it, yet spending had already exceeded the planned budget. Following the issuance of CCO 1 and CCO 2, conditions worsened, as schedule performance also fell behind plan, pushing the projected completion date later than the target, while the estimated final cost continued to rise above the original contract value. This indicates that changes in project scope and duration further undermined overall execution efficiency. The study concludes that EVM is capable of detecting cost and schedule deviations at an early stage, providing a useful basis for decision-making to minimize the risk of cost overruns and delays in similar construction projects. ABSTRAK Proyek konstruksi menuntut pengendalian biaya dan waktu secara terpadu agar tidak mengalami pembengkakan biaya maupun keterlambatan penyelesaian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja biaya dan waktu Proyek Pembangunan Gedung Dormitory Kampus C Universitas Airlangga yang mengalami dua kali perubahan kontrak (Contract Change Order/CCO) akibat penambahan volume pekerjaan dan keterlambatan kedatangan material di lapangan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Earned Value Management (EVM), memanfaatkan data primer hasil wawancara serta data sekunder berupa Rencana Anggaran Biaya, kurva S, dan laporan biaya aktual, yang kemudian diverifikasi ulang menggunakan Microsoft Project. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan awal, penyelesaian pekerjaan masih berjalan sesuai bahkan sedikit lebih cepat dari jadwal, namun penggunaan biaya telah melampaui anggaran yang direncanakan. Setelah diterbitkannya CCO 1 dan CCO 2, kondisi tersebut memburuk, kinerja waktu ikut tertinggal dari rencana sehingga proyek diperkirakan rampung lebih lambat dari target, sementara estimasi biaya penyelesaian akhir terus meningkat dibandingkan nilai kontrak awal. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perubahan lingkup dan durasi pekerjaan turut memperburuk efisiensi pelaksanaan proyek secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan EVM mampu mendeteksi secara dini penyimpangan biaya dan waktu, sehingga dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk meminimalkan risiko pembengkakan biaya dan keterlambatan pada proyek konstruksi serupa